Demo BBM Cuma Empat Orang, Puluhan Aparat Tetap Berjaga 

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:07 WIB
Empat pemuda menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lamandau kepada Pemerintah Kabupaten Lamandau. (RIA/RADAR SAMPIT)
Empat pemuda menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lamandau kepada Pemerintah Kabupaten Lamandau. (RIA/RADAR SAMPIT)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Empat pemuda menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lamandau kepada Pemerintah Kabupaten Lamandau. Mereka ditemui Wakil Bupati Lamandau H. Abdul Hamid dan Sekretaris Daerah Lamandau H. M. Irwansyah di depan gerbang Kantor Bupati Lamandau.

Aksi tersebut berlangsung setelah ajakan demonstrasi terkait kelangkaan BBM disebarluaskan sebelumnya. Puluhan personel pengamanan dari Polres Lamandau dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disiagakan untuk mengantisipasi aksi. Namun, hanya empat pemuda yang hadir sehingga situasi di lokasi tetap kondusif.

Dalam dialog tersebut, para pemuda menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah daerah. Mereka meminta kepastian pasokan BBM yang cukup dan merata serta tersedia sesuai harga resmi.

Mereka juga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas kelangkaan BBM, termasuk kemungkinan penimbunan, pengalihan pasokan, dan lemahnya pengawasan. Selain itu, mereka meminta transparansi dalam tata kelola distribusi BBM di Lamandau.

“Dalam aksi ini kami menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah daerah, yakni menuntut kepastian pasokan BBM yang cukup, merata, dan sesuai harga resmi tanpa penundaan sedikit pun. Kami juga menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap siapa yang bertanggung jawab atas kelangkaan ini, baik yang menimbun, mengalihkan pasokan maupun pihak yang lalai menjalankan tugas pengawasan,” kata salah satu pendemo, Irfan.

Irfan mengatakan masyarakat membutuhkan jaminan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia juga menegaskan mereka akan terus menyampaikan aspirasi hingga mendapatkan kepastian dan keadilan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Bupati Lamandau H. Abdul Hamid mengatakan pemerintah daerah terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan terus berupaya mencari solusi atas persoalan kelangkaan BBM.

Menurut Abdul Hamid, salah satu persoalan berkaitan dengan berkurangnya pasokan BBM jenis Pertamax dari hulu. Kondisi tersebut diduga mendorong pengguna Pertamax beralih ke Pertalite sehingga terjadi peningkatan permintaan terhadap BBM jenis tersebut.

“Salah satu penyebab permasalahan BBM ini terjadi akibat pasokan BBM jenis Pertamax dari hulu yang memang ada kekurangan. Dugaan kami, pengguna Pertamax kemudian beralih ke Pertalite sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan. Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusinya, salah satu upaya kita meminta tambahan kuota ke pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Lamandau H. M. Irwansyah mengatakan permintaan tambahan kuota yang diajukan pemerintah daerah telah mendapat respons positif dari Pertamina Patra Niaga.

“Alhamdulillah kita mendapat tambahan kuota sebanyak 16.000 liter untuk SPBU yang ada di dekat RSUD serta tambahan Pertamax sebanyak 8.000 liter,” ujarnya.

Irwansyah menambahkan, Pemkab Lamandau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus melakukan langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Upaya itu dilakukan melalui rapat koordinasi dengan pihak terkait dan pemantauan langsung di sejumlah SPBU untuk menginventarisasi persoalan di lapangan serta menentukan langkah penanganannya.

“Pada dasarnya pemerintah daerah tidak antipati terhadap kritik. Kami juga menerima dengan tangan terbuka penyampaian aspirasi masyarakat. Mudah-mudahan permasalahan ini segera dapat ditangani dengan baik sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kelangkaan BBM,” pungkasnya. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kelangkaan BBM demo lamandau