Bukan Sekadar Jorok, Tempat Pembuangan Sampah Liar di Kotim Bisa Picu Karhutla

M. Akbar • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:10 WIB
Tumpukan sampah liar di Jalan MT Haryono Barat yang mengganggu kebersihan lingkungan dan berpotensi memicu kebakaran lahan.  (Akbar/Radar Sampit)
Tumpukan sampah liar di Jalan MT Haryono Barat yang mengganggu kebersihan lingkungan dan berpotensi memicu kebakaran lahan. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Tumpukan sampah liar di sejumlah titik Jalan MT Haryono Barat, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber kebakaran lahan.

Lurah Mentawa Baru Hulu, Iwansyah, mengatakan sampah yang menumpuk di lokasi tersebut kerap dibakar. Api dari pembakaran sampah dikhawatirkan merambat ke lahan di sekitarnya dan memicu kebakaran yang lebih luas.

“Ini dikhawatirkan menjadi sumber kebakaran. Sampah dibakar, kemudian apinya bisa merambat ke lahan,” ujar Iwansyah, Rabu (12/8).

Ia mengungkapkan tumpukan sampah kembali muncul meski pihak kelurahan bersama masyarakat rutin melakukan pembersihan. Bahkan, warga disebut kerap membuang sampah pada dini hari saat kondisi kawasan sepi sehingga sulit dipantau.

“Subuh sekitar jam 2 atau 3 mereka menimbun sampah. Padahal warga sudah kami imbau melalui RT agar tidak membuang sampah di sini,” katanya.

Menurut Iwansyah, sampah yang dibuang tidak hanya berasal dari rumah tangga. Sampah dari aktivitas usaha, seperti bengkel, toko, maupun sisa material bangunan, juga ditemukan di lokasi tersebut.

Kondisi kawasan yang relatif sepi dan tertutup membuat sejumlah orang memanfaatkannya sebagai tempat pembuangan sampah liar. Pihak kelurahan telah beberapa kali menyurati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk meminta penanganan.

“Kami sudah beberapa kali bersurat ke DLH dan PU. Kami berharap bisa dibantu untuk membersihkan dan meratakan lokasi,” bebernya.

Iwansyah menilai pembersihan dan penataan kawasan dapat menjadi salah satu langkah untuk mencegah warga kembali membuang sampah sembarangan. Selain itu, penerangan di sekitar lokasi juga dinilai diperlukan agar tidak menjadi tempat pembuangan pada malam hari.

“Kalau sudah bersih dan diratakan, orang mungkin akan malas membuang sampah di situ. Kami juga sudah meminta penerangan karena lokasinya gelap,” tukasnya.

Kelurahan juga telah mengimbau warga melalui RT dan RW agar menggunakan layanan pengangkutan sampah. Namun, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih ditemukan, salah satunya karena keterbatasan tempat pembuangan sementara.

“Sudah kami imbau. Di lingkungan perumahan juga sudah ada layanan pengangkutan sampah, tetapi masih ada yang memilih membuang ke lokasi tersebut,” ungkap Iwansyah.

Ia menambahkan, kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan rutin dilakukan setiap Jumat. Namun, sampah kembali menumpuk tidak lama setelah dibersihkan.

“Setiap Jumat kami gotong royong membersihkan. Baru siang dibersihkan, sore sudah ada lagi yang membuang,” katanya lagi.

Iwansyah berharap masyarakat meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang maupun membakar sampah sembarangan.

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah potensi kebakaran merupakan tanggung jawab bersama, terlebih Kotim saat ini tengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi membakarnya. Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak menjadi sumber kebakaran,” tutupnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
karhutla kotim TPS liar pembuangan sampah buang sampah sembarangan