Kotim Dikepung Api! 27 Karhutla Dekati Permukiman, Warga Diminta Waspada

M. Akbar • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:20 WIB
Kebakaran hutan dan lahan yang mendekati permukiman warga di kawasan perumahan di Sampit, Kabupaten Kotim.  (Istimewa)
Kebakaran hutan dan lahan yang mendekati permukiman warga di kawasan perumahan di Sampit, Kabupaten Kotim. (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam permukiman warga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim mencatat 27 kejadian kebakaran yang mendekati permukiman.

Kepala Disdamkarmat Kotim, Akhmad Taufik, mengatakan seluruh kejadian tersebut telah ditangani petugas. Namun, potensi kebakaran masih tinggi seiring kondisi cuaca yang panas dan kering selama musim kemarau.

“Berdasarkan data terakhir kita, ada 27 kejadian kebakaran yang mendekati permukiman. Alhamdulillah, semuanya sudah kami tangani dan padamkan,” ujar Taufik, Rabu (12/8).

Baca Juga: Ancaman Kemarau Panjang, Gubernur Kalteng Warning Pemda Jangan Lambat Tangani Karhutla

Ia melanjutkan, kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Lokasi kejadian umumnya berada di sekitar perumahan yang berbatasan dengan lahan kosong, lahan terbengkalai, atau lahan yang tidak aktif.

Taufik menyebut dugaan sementara sejumlah kebakaran dipicu puntung rokok dan pembakaran sampah dalam skala kecil. Api kemudian merambat ke lahan di sekitarnya yang kondisinya kering akibat cuaca ekstrem.

“Kemungkinan ada puntung rokok atau sengaja membakar sampah kecil, kemudian merambat. Masyarakat mungkin tidak menyangka api bisa melebar karena cuaca sangat panas dan benda-benda di sekitarnya kering,” tambahnya.

Sejauh ini, lanjut Taufik, Disdamkarmat belum menerima laporan mengenai rumah warga yang terbakar akibat kejadian tersebut. Namun, terdapat beberapa pondok yang terdampak karena berada di sekitar lahan yang terbakar dan tidak dihuni.

Selain mengancam permukiman, kebakaran juga sempat mendekati sekolah di Kecamatan Kota Besi. Petugas segera melakukan penanganan sehingga api berhasil dikendalikan.

Baca Juga: Waspada Karhutla Meluas! Bupati Kotim Halikinnor: Jangan Anggap Remeh Asap dan Kebakaran Lahan

Dirinya mengatakan kesigapan masyarakat dalam melaporkan kejadian menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api meluas. Damkarmat berupaya memberikan respons cepat setiap menerima laporan kebakaran.

“Masyarakat sekarang sudah aktif melaporkan. Begitu ada laporan, kami segera merespons dan turun ke lapangan. Kurang dari 15 menit, insyaallah kami sudah sampai di lokasi,” terangnya. 

Ia mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun lahan selama kondisi cuaca ekstrem. Aktivitas pembakaran, kata dia, sebaiknya ditunda sementara untuk mencegah munculnya titik api baru.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama di wilayah Kotim, untuk tidak membakar sampah ataupun pekarangan saat cuaca ekstrem seperti sekarang. Untuk sementara, tunda dulu pembakaran,” tegasnya.

Taufik menambahkan, kebakaran pada musim kemarau dapat kembali muncul meskipun sebelumnya telah berhasil dipadamkan. Karena itu, masyarakat diminta turut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Musim kemarau seperti ini, hari ini bisa tuntas, besok bisa menyala lagi. Tetapi kami tetap menangani semuanya sepanjang ada laporan dari masyarakat,” pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
karhutla kotim sampit kalteng permukiman karhutla