Pemprov Kalteng Turut Berduka, Dua Balita Terbakar Dimakamkan Bersama

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB
Lokasi eks kebakaran di Jalan Mendawai I, Palangka Raya, Rabu (13/8).(istimewa)
Lokasi eks kebakaran di Jalan Mendawai I, Palangka Raya, Rabu (13/8).(istimewa)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Kepolisian melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab kebakaran yang melanda permukiman di Jalan Mendawai I, Palangka Raya, Selasa (11/8). Dalam musibah tersebut, dua balita meninggal dunia setelah terjebak kobaran api.

Kedua korban Nayla (4) dan Kayla (2), ditemukan petugas setelah api berhasil dipadamkan. Kondisi jasad korban sudah tidak utuh.

Jenazah kedua balita kemudian menjalani visum di kamar jenazah RSUD dr Doris Sylvanus. Pemeriksaan dilakukan tim forensik yang dipimpin dr Ricka Brilianty.

Dari hasil pemeriksaan luar, kedua korban mengalami luka bakar derajat IV dengan tingkat luka bakar mencapai sekitar 100 persen. Tim forensik juga menemukan buih halus pada saluran pernapasan trakea korban.

Setelah proses pemeriksaan selesai, kedua jenazah dimakamkan di TPU Muslimin Km 12, Palangka Raya. Keduanya dimakamkan dalam satu liang lahat secara sederhana. Pemakaman dihadiri ayah korban, Krismon alias Emon, sanak saudara, serta warga sekitar.

Sementara itu, dua korban yang selamat masih menjalani perawatan. Siti Fatimah (30) mengalami luka bakar pada bagian lengan. Sedangkan Amira Ainun Nisa (15) mengalami luka bakar pada punggung tangan kiri.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran turut mendatangi RSUD dr Doris Sylvanus untuk melihat langsung kondisi korban. Ia memastikan penanganan terhadap para korban menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Dengan penuh duka, kita kehilangan dua anak kecil dalam tragedi ini. Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalteng, saya menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ungkapnya,Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Tragedi Palangka Raya, Dua Balita Terjebak Kobaran Api, Sang Ibu Hanya Sempat Selamatkan Satu Bayi 

Agustiar berharap kedua korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dia juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran.

Dia menegaskan, Pemprov Kalteng memastikan seluruh korban yang masih menjalani perawatan mendapat penanganan cepat dan optimal di RSUD dr Doris Sylvanus.“Itu kami tekankan,” tegasnya.

Sementara itu, Pamapta I SPKT Polresta Palangka Raya, Polda Kalteng, Ipda David Nur Alam mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.

“Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan mengakibatkan empat bangunan barak hangus terbakar. Kemudian juga menyebabkan dua orang korban mengalami luka bakar yakni Siti Fatimah (30) dan Amira Ainun Nisa (15),” ungkap David.

Sementara dua korban meninggal dunia adalah Kayla (2) dan Nayla (4), yang merupakan anak Siti Fatimah.

David menjelaskan, api diduga pertama kali muncul dari salah satu barak. Kobaran kemudian dengan cepat merambat ke tiga barak lainnya.Total bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 7 x 10 meter persegi. Cepatnya api menjalar diduga dipengaruhi konstruksi bangunan yang semi permanen.

“Api penyebab kebakaran dengan cepat merambat karena keempat barak yang terbakar merupakan bangunan semi permanen berdinding kayu dan beratapkan seng, ditambah lagi dengan kondisi saat itu yang memang berangin cukup kencang,” jelasnya.

Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Palangka Raya yang dipimpin Ps Kanit Identifikasi Aipda Yuwanda langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas melakukan olah TKP, memasang garis polisi, sekaligus mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu bungkus abu arang, sisa kabel listrik, meteran listrik, serta stopkontak yang terbakar. Barang-barang tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan guna mengetahui titik awal dan penyebab kebakaran.

Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Sejumlah barang bukti tersebut akan dianalisis untuk mengungkap sumber api.

“Kami dari pihak kepolisian mengungkapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas peristiwa naas yang diakibatkan oleh kebakaran ini. Sedangkan untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan Satreskrim,” pungkas David.(daq/gus)

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
sang ibu pemukiman balita kebakaran dimakamkan