PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Bangunan bekas Kantor Berita Dayak Pos di kawasan Lapangan Sanaman Mantikei, Palangka Raya, tiba-tiba dilalap api, Rabu (12/8/2026).
Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan sempat membuat warga sekitar panik.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.35 WIB. Api yang awalnya terlihat kecil dengan cepat membesar dan melahap bagian bangunan yang diketahui sudah dalam kondisi kosong.
Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Kondisi bangunan yang sudah lama tidak digunakan dan tidak berpenghuni membuat warga mempertanyakan sumber munculnya api.
Informasi mengenai kebakaran itu kemudian menyebar melalui sejumlah video yang beredar di tengah masyarakat. Dalam salah satu rekaman, terdengar suara warga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
“Tolong pemadam, ini ada api membesar di dekat Lapangan Tenis Sanaman Mantikei, luncurkan unitnya,” teriak seorang warga dalam rekaman tersebut.
Laporan kebakaran langsung direspons petugas pemadam. Sejumlah unit dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Ketua BPK Kamboja Sucipto mengatakan, kobaran api cukup cepat membesar. Namun, petugas segera tiba di lokasi setelah menerima laporan.
“Api cepat membesar. Petugas tak lama langsung di TKP dan melakukan penanganan. Masih ditangani,” katanya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan adanya dugaan kebakaran sengaja dilakukan. Warga disebut sempat mengamankan seorang pria di sekitar lokasi.
Pria tersebut dikabarkan mengaku sedang berhalusinasi saat diamankan warga. Namun, informasi tersebut masih perlu didalami dan belum dapat dipastikan berkaitan dengan penyebab kebakaran.
Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian akibat peristiwa tersebut.
Polisi juga diharapkan melakukan penyelidikan untuk memastikan titik awal api serta mengetahui penyebab kebakaran bangunan eks Kantor Dayak Post tersebut.(daq)
Editor : Slamet Harmoko