704 Kasus ISPA dalam Sepekan, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Warga Kotim

M. Akbar • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:20 WIB
Seorang anak mengenakan masker berangkat sekolah diantar orang tuanya, menembus kabut asap akibat kebakaran lahan yang menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu pagi (5/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Seorang anak mengenakan masker berangkat sekolah diantar orang tuanya, menembus kabut asap akibat kebakaran lahan yang menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu pagi (5/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi tersebut diikuti peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, tercatat 704 kasus ISPA yang mendapat pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) selama sepekan terakhir. Jumlah tersebut meningkat 201 kasus dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala Puskesmas Ketapang Satu Sampit, Miftahun Nisa, mengatakan kasus ISPA terbanyak tercatat di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan 272 kasus. Sementara itu, Puskesmas Ketapang Satu mencatat 35 kasus ISPA dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Kasus ISPA di Kotim Naik 87 dalam Sepekan, Balita Jadi Korban Terbanyak

“Kalau satu minggu terakhir ini untuk ISPA-nya cuma 35 orang, untuk diarenya 10 orang,” kata Nisa, Selasa (11/8).

Ia melanjutkan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pencegahan, termasuk melalui kegiatan Puskesmas Keliling di Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Mentawa Baru Hilir, dan Sawahan.

Selain itu, sosialisasi dan penyuluhan kesehatan juga dilakukan kepada masyarakat, disertai pembagian masker untuk membantu mengantisipasi dampak kabut asap.

“Untuk ISPA sendiri kan infeksi saluran pernapasan atas. Gejalanya batuk, pilek, disertai pusing, kadang ada juga demam,” ujarnya.

Baca Juga: Puskesmas di Palangka Raya Diminta Siaga Hadapi Peningkatan Penderita ISPA

Meski terjadi peningkatan kasus, Nisa mengatakan hingga saat ini belum ditemukan pasien ISPA dengan kondisi berat. Pasien yang datang mendapatkan penanganan sesuai dengan keluhan dan umumnya membaik setelah mendapatkan pengobatan.

“Kalau dibilang berat itu enggak. Pasien datang langsung kita obati sesuai keluhannya,” tuturnya.

Nisa mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama kabut asap. Warga yang mengalami keluhan pernapasan dianjurkan menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, mengonsumsi vitamin, dan mencukupi waktu istirahat.

“Harus istirahat banyak, minum air putih yang banyak, istirahat, menggunakan masker,” imbaunya.

Disamping itu, dirinya juga meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala ISPA. Jika mengalami batuk, pilek, pusing, atau demam, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
karhutla kotim sampit kotim kabut asap ispa