Krisis BBM di Lamandau Meluas. Distribusi Bakal Diawai Satgas

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:56 WIB
Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid bersama Sekretaris Daerah Irwansyah saat rapat membahas kelangkaan BBM,bersama instansi terkait lainnya, Selasa (11/8). (istimewa)
Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid bersama Sekretaris Daerah Irwansyah saat rapat membahas kelangkaan BBM,bersama instansi terkait lainnya, Selasa (11/8). (istimewa)

NANGA BULIK,radarsampit.jawapos.com-Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lamandau, mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Setelah sebelumnya Bupati Lamandau memimpin langsung rapat membahas persoalan BBM, kini Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid bersama Sekretaris Daerah Irwansyah dan pihak terkait kembali menggelar rapat, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan di ruang rapat bupati sekitar pukul 15.00 WIB tersebut membahas sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan distribusi BBM yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Distribusi BBM.

Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid mengatakan, satgas nantinya akan ditempatkan di setiap SPBU yang ada di Kabupaten Lamandau. Hal itu dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan tertib, termasuk dalam penggunaan barcode.

“Kita menyiapkan Satgas Pengendalian Distribusi BBM, dengan menempatkan personel di setiap SPBU di Kabupaten Lamandau untuk memastikan ketertiban penggunaan barcode,” tegasnya.

Baca Juga: BBM Langka di Lamandau, Warga Serbu SPBU hingga Antrean Mengular

Selain pengawasan di SPBU, Pemkab setempat juga akan melakukan pendataan kebutuhan BBM secara menyeluruh. Seluruh camat dan pemerintah desa diminta mendata kebutuhan riil BBM serta jumlah kendaraan bermotor di wilayah masing-masing.Data ini nantinya akan dihimpun oleh Bagian Perekonomian dan SDA.

Menurut Abdul Hamid, data tersebut sangat penting sebagai dasar pemerintah bersama Forkopimda untuk mengambil langkah strategis. Dengan adanya data kebutuhan riil, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan BBM masing-masing wilayah secara lebih akurat.

“Forkopimda akan melakukan langkah strategis setelah data kebutuhan BBM di Kabupaten Lamandau sudah tersedia,” imbuhnya.

Di tengah banyaknya informasi mengenai kelangkaan BBM yang beredar di masyarakat, Pemkab Lamandau juga akan memperkuat fungsi komunikasi dan informasi. Pemkab akan membentuk humas untuk memberikan klarifikasi terhadap berbagai isu yang beredar.

"Evaluasi akan dilakukan secara berkala mengenai distribusi dan disparitas harga BBM,” tambah Abdul Hamid.

Dirinya juga mengingatkan para pengetap agar tidak melakukan pengisian BBM secara berlebihan. Sosialisasi akan dilakukan agar aktivitas pengetapan tidak mengganggu kebutuhan masyarakat lainnya.

“Kita akan melakukan sosialisasi kepada pengetap untuk tidak terlalu berlebihan dalam melakukan pengetapan BBM, begitupula pada masyarakat agar tidak panic buying,” pungkasnya.(mex/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
lamandau krisis bbm satgas spbu Wakil Bupati Lamandau