Ternyata Ini Penyebab Excavator Pemkab Kotim Terbakar di Tengah Semak Belukar

Rado. • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:39 WIB
Sebuah excavator yang disebut sebagai aset Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terbakar di wilayah Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. (Istimewa/Radar Sampit)
Sebuah excavator yang disebut sebagai aset Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terbakar di wilayah Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. (Istimewa/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Satu unit excavator milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terbakar saat kebakaran lahan melanda wilayah Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Senin (10/8/2026).

Ironisnya, alat berat tersebut sebelumnya dalam kondisi rusak dan mesinnya sedang dibawa ke bengkel untuk diperbaiki.

Karena tidak dapat beroperasi, excavator yang merupakan aset Pemkab Kotim itu tidak bisa dipindahkan ketika api mulai mendekati lokasi.

Kondisi tersebut membuat alat berat yang seharusnya digunakan untuk mendukung penanganan kebencanaan justru ikut terdampak kebakaran lahan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim Yephi Hartady membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya baru mendapatkan informasi dan akan melakukan klarifikasi kepada petugas yang berada di lapangan.

Baca Juga: Excavator Milik Pemda Terbakar di Tengah Karhutla Bagendang, Dibakar atau Terbakar?

“Iya kejadian itu kemarin dan hari ini tadi dicek. Mungkin besok PPL kami panggil untuk meminta klarifikasi,” kata Yephi.

Menurutnya, excavator tersebut merupakan aset Pemkab Kotim yang disalurkan melalui program satu alat berat satu kecamatan.

“Kondisi alat itu rusak dan mesinnya juga sudah dicabut dan dibawa ke bengkel untuk diperbaiki,” ujarnya.

Yephi menjelaskan, sebelum kebakaran terjadi, excavator tersebut sebenarnya sudah mendapat penjagaan. Namun, kondisi alat yang tidak dapat dioperasikan membuat proses evakuasi tidak memungkinkan ketika api mendekati lokasi.

Baca Juga: Asap Ancam Kesehatan Siswa  

“Lalu di situ ada kebakaran lahan dan sebenarnya alat itu sudah dijaga. Tapi karena tidak bisa dipindah tadi,” jelasnya.

Meski demikian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim belum dapat memastikan kondisi maupun penyebab pasti alat berat tersebut terbakar. Pihaknya masih akan meminta keterangan dari petugas maupun pihak yang berada di lokasi.

“Tapi besok kami pastikan minta penjelasan dari mereka,” kata Yephi.

Kepala Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Umbung, juga membenarkan excavator tersebut merupakan aset pemerintah daerah. Alat berat itu sebelumnya dipinjam-pakaikan kepada warga untuk dimanfaatkan di wilayah setempat.

“Iya, benar excavator itu milik Pemda. Cuma belum tahu apakah itu terbakar atau dibakar,” ujar Umbung.

Ia mengatakan alat berat tersebut selama ini mendapat penjagaan dari warga yang meminjamnya.

“Alat itu ada warga yang pinjam dan biasanya ada yang jaga,” katanya.

Terbakarnya excavator tersebut terjadi ketika kebakaran lahan melanda kawasan Bagendang. Hingga kini belum diketahui secara pasti apakah alat berat itu terbakar akibat api yang merembet dari lahan atau terdapat faktor lain.

Pemkab Kotim masih menunggu hasil klarifikasi dari pihak yang berada di lokasi untuk memastikan kronologi dan penyebab kerusakan alat berat tersebut. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
Excavator Terbakar sampit karhutla pemkab kotim