MUI Kecam Challenge Hafalan Alquran Berhadiah Miras: Merendahkan Kesucian Alquran

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:23 WIB
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh. (MUI Digital)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras aksi tantangan (challenge) hafalan Alquran yang disebut berhadiah minuman keras (miras) Newport dan viral di media sosial. MUI menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dari sisi agama, etika maupun hukum.

Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan, penggunaan ayat suci Alquran dalam gimik pemasaran minuman beralkohol merupakan tindakan yang dinilai merendahkan kesucian Alquran.

“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Prof Niam dikutip dari MUI Digital, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: GILA! Challenge Hafalan Surat Ad-Dhuha Di Booth Miras Newport, Tokoh Agama: KALIAN KELEWATAN!

Menurut Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut, Alquran merupakan Kalamullah yang memiliki kedudukan sangat suci. Membacanya juga merupakan bagian dari ibadah yang memiliki nilai keagamaan tinggi.

Di sisi lain, minuman keras merupakan jenis minuman yang secara tegas diharamkan dalam Alquran. Karena itu, menurut Prof Niam, mempertemukan aktivitas membaca Alquran dengan pemberian hadiah berupa miras merupakan tindakan yang tidak semestinya dilakukan.

“Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Alquran,” ujarnya.

Kasus tersebut mencuat setelah sebuah akun Threads @JARRKOJARR membagikan pengalamannya saat menghadiri festival musik The Sound Project.

Baca Juga: Dikecam Berbagai Pihak, Booth Newport Akhirnya Beber Kronologi Video Baca Alquran Berhadiah Miras

Dalam unggahannya, akun tersebut memperlihatkan booth produk miras New Port yang disebut menggelar tantangan hafalan Surah Ad-Duha dengan imbalan sebotol minuman beralkohol.

Video dan informasi tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Warganet mengecam aksi tersebut karena dinilai mencampurkan simbol keagamaan dengan promosi minuman keras.

Sebelumnya, pihak booth Newport melalui Master of Ceremony (MC), Ega, telah memberikan klarifikasi. Ega menyebut tantangan membaca Alquran tersebut bukan bagian dari konsep acara yang disiapkan brand, melainkan bermula dari aksi spontan seorang audiens yang mengambil alih mikrofon.

Ega juga mengakui kelalaiannya karena tidak segera mengambil kembali mikrofon tersebut dan menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul.

“Melalui pesan ini pula, saya menegaskan bahwa pihak brand tidak memiliki sangkut paut atas kejadian tersebut,” kata Ega.

Meski demikian, klarifikasi tersebut tidak menghapus sorotan publik. MUI menilai siapa pun yang melakukan tindakan tersebut tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya apabila terbukti melanggar ketentuan yang berlaku. (*)

Editor : Slamet Harmoko
Newport Hafalan Alquran mui Asrorun Niam Sholeh