PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Kemarau panjang mulai memukul aktivitas wisata dan usaha warga di kawasan Wisata Air Hitam Sebangau, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Debit air yang terus menyusut membuat pengunjung berkurang dan omzet pedagang turun drastis.
Salah satu pedagang, Yani, mengatakan pendapatannya yang biasanya mencapai Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per hari kini hanya tersisa sekitar Rp50 ribu.
“Kondisi ini telah terjadi selama kurang lebih dua minggu. Pendapatan saya menurun drastis, per harinya saya hanya bisa mengantongi sekitar Rp50 ribu,” kata Yani, Sabtu (8/8/2026)
Baca Juga: Terus Bertambah, Sudah 18 Lokasi Karhutla di Kotim Dipasangi Police Line
Menurut Yani, surutnya air sungai membuat aktivitas wisatawan ikut menurun. Kondisi tersebut secara langsung berdampak pada pedagang yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan.
Sejumlah wahana air bahkan tidak lagi bisa beroperasi normal. Salah satunya perahu bebek yang terpaksa tidak digunakan karena kedalaman air semakin dangkal.
Kondisi kawasan wisata yang biasanya ramai pun kini terlihat lebih lengang. Sejumlah pelaku UMKM bahkan memilih menutup sementara usahanya karena tidak lagi mendapatkan pemasukan yang memadai.
Surutnya air juga membuat pengelola wahana harus memindahkan sejumlah perahu sewaan. Perahu yang sebelumnya berada di depan dermaga kini dipindahkan lebih dekat ke gazebo untuk menyesuaikan kondisi perairan.
Baca Juga: BMKG Beri Peringatan, Permukaan Lahan di Kalteng Semakin Mudah Terbakar
Air yang semakin dangkal juga dikhawatirkan membuat perahu bebek tersangkut di dasar sungai yang mengering dan dipenuhi pasir. Kondisi tersebut berpotensi merusak bagian bawah maupun roda wahana.
Kedalaman air yang biasanya mencapai 3 hingga 4 meter di bagian pinggir dan sekitar 8 meter di alur tengah kini mengalami penyusutan signifikan. Bahkan, beberapa area yang sebelumnya tergenang air kini sudah bisa dilalui dengan berjalan kaki.
Perubahan kondisi sungai tersebut juga membuat sejumlah sampah yang sebelumnya tertutup air kini terlihat di permukaan.
Pengunjung Dermaga Kereng Bangkirai, Azizah, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, surutnya air justru membuat sampah yang berada di kawasan sungai semakin terlihat dan mengganggu pemandangan.
“Saya sangat menyayangkan kondisi ini karena sampah jadi banyak dan tidak enak untuk dilihat,” kata Azizah.
Baca Juga: Tak Ikut Bersepeda, Warga Tetap Bisa Mendaftar. Hadiah Gowes Kemerdekaan 2026 Terus Berdatangan
Ia berharap kebersihan kawasan wisata lebih diperhatikan, terutama ketika debit air mulai surut. Masyarakat dan pengunjung juga diminta ikut menjaga kawasan tersebut dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Bagi pedagang, kembalinya debit air menjadi harapan utama agar aktivitas wisata kembali bergeliat. Mereka berharap wahana air bisa kembali beroperasi sehingga jumlah wisatawan meningkat dan omzet usaha kembali normal. (ant)
Editor : Slamet HarmokoSumber : ANTARA