NANGA BULIK,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas dan melahap puluhan hektare lahan di seberang sungai Desa Batu kotam Kecamatan Bulik. Menanggapi kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lamandau, Babinsa, dan Polsek Bulik dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan verifikasi titik panas (hotspot).
Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan terjadinya karhutla di area tersebut. Ia menyampaikan bahwa tim gabungan terus berkoordinasi secara intensif guna menentukan tindakan penanggulangan yang paling efektif, terutama dalam mengatasi kendala geografis.
"Tim di lapangan terus berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan terbaik, mengingat medan menuju titik api sangat sulit dan tidak bisa dijangkau oleh kendaraan darat, harus menggunakan perahu untuk menyeberang. Dan jalan kaki lagi sekitar 4 km, " ujar Hendikel.
Dari hasil verifikasi langsung di lokasi, kebakaran melahap lahan bukaan bervegetasi semak belukar dengan karakteristik tanah campuran mineral dan gambut. Total luas area yang terbakar ditaksir mencapai kurang lebih 10 hektare.
Baca Juga: Karhutla Diduga Usir Orangutan ke Kebun Warga, BKSDA Minta Masyarakat Jangan Panik
Dalam penjangkauan lokasi, petugas membekali diri dengan sejumlah sarana operasional.Meski demikian, proses pemadaman dan verifikasi mengalami tantangan cukup berat karena akses darat menuju titik api tidak dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).
"Setelah terbakar sejak jumat, hari ini kita pantau api sudah bisa dijinakkan. Hanya tinggal sedikit asap, tidak meluas lagi," papar hendikel. (mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama