PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul lonjakan kasus diare akut selama musim kemarau.
Berdasarkan Dashboard Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinkes Kobar per 5 Agustus 2026, tercatat 183 kasus diare akut pada Minggu Epidemiologi ke-30 (19–25 Juli 2026).
Jumlah tersebut meningkat 59,1 persen atau bertambah 68 kasus dibandingkan Minggu Epidemiologi ke-29 yang mencatat 115 kasus. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Minggu Epidemiologi ke-26 (21–27 Juni 2026) yang mencatat 69 kasus, kenaikan mencapai 165,2 persen. Secara kumulatif, jumlah kasus diare akut pada Minggu Epidemiologi ke-26 hingga ke-30 mencapai 568 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat, Hardino, mengatakan kondisi musim kemarau dan sanitasi menjadi faktor utama yang memicu peningkatan kasus. Menurutnya, berkurangnya pasokan air bersih, menurunnya kualitas sumber air, serta meningkatnya risiko kontaminasi makanan dan minuman memperbesar potensi penularan diare.
"Kasus diare akut menunjukkan tren meningkat. Kami mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir serta memastikan air minum yang dikonsumsi benar-benar aman," ujarnya.
Hardino juga mengingatkan masyarakat agar mengonsumsi air yang aman, memasak makanan hingga matang, menggunakan jamban sehat, membuang sampah pada tempatnya, serta mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir.
Ia meminta warga segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami diare lebih dari dua hari, disertai muntah terus-menerus, demam tinggi, darah atau lendir pada tinja, maupun tanda-tanda dehidrasi. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno