SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Aksi penyelamatan seorang wanita muda yang nekat memanjat tower pemancar TVRI di Jalan H Imran, Sampit, Jumat (7/8/2026), berlangsung dramatis. Selama hampir satu jam, warga dan aparat terus melakukan pendekatan secara persuasif hingga akhirnya korban bersedia turun dengan selamat.
Ketua RT 30 Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Zuljifli, mengatakan dirinya mendapat laporan dari pegawai TVRI sekitar pukul 05.30 WIB. Mendapat informasi tersebut, ia bersama warga langsung menuju lokasi.
"Sekitar setengah enam ada pegawai TVRI yang melapor ke kami. Terus kami datangi. Ternyata wanita itu sudah berada sekitar delapan meter dari permukaan tanah di atas tower," kata Zuljifli.
Setibanya di lokasi, warga tidak langsung memaksa korban turun. Mereka memilih membangun komunikasi dari bawah agar korban tetap tenang.
Di saat bersamaan, seorang warga juga memberanikan diri naik ke tower untuk mendekati korban secara perlahan.
"Kami nasihati dari bawah, lalu ada yang naik. Beliau yang depresi kami ajak ngobrol, akhirnya mau turun," ujarnya.
Proses negosiasi berlangsung sekitar satu jam. Warga juga menyiapkan tali sebagai langkah antisipasi apabila korban kehilangan keseimbangan saat turun.
"Kurang lebih satu jam. Kami bawa tali untuk antisipasi. Namanya orang depresi memang sulit kami pahami. Tapi yang jelas, yang kami dengar berkaitan dengan masalah keluarga," ungkapnya.
Berkat kesabaran dan pendekatan secara humanis, korban akhirnya bersedia turun tanpa perlawanan. Peristiwa itu sempat menyita perhatian warga sekitar yang berkumpul di bawah tower sambil berharap proses evakuasi berjalan lancar.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Setelah berhasil dievakuasi, wanita itu selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya, warga Jalan H Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur digegerkan dengan aksi seorang wanita muda yang nekat memanjat tower pemancar TVRI, Jumat pagi (7/8/2026). Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang karyawan pemancar TVRI, Ahmad Rafiq.
Rafiq menceritakan, awalnya ia melihat seorang perempuan duduk sendirian di sekitar area tower sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu perempuan tersebut membelakanginya.
"Saya lihat ada perempuan duduk membelakangi saya. Saya dekati sekitar 10 meter, lalu saya tegur, 'Ada apa mbak... ada apa mbak... ada apa mbak,' sampai tiga kali. Tapi dia tidak mau menoleh, hanya diam saja," ujar Rafiq kepada wartawan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko