SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Nelayan dan pengguna transportasi laut di wilayah Kotawaringin Timur diminta meningkatkan kewaspadaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Teluk Sampit hingga Kuala Pembuang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter pada periode 7-9 Agustus 2026.
Berdasarkan prakiraan cuaca maritim Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar, kondisi cuaca di kedua wilayah perairan tersebut didominasi cerah berawan hingga berawan, kemudian berubah menjadi berawan tebal pada 8 hingga 9 Agustus.
Selain gelombang sedang, angin juga bertiup cukup kencang. Di Perairan Teluk Sampit, kecepatan angin berkisar 14-17 knot dengan embusan maksimum (gust) mencapai 26 knot.
Sementara di Perairan Kuala Pembuang, angin diprakirakan bertiup 14-18 knot dengan embusan hingga 28 knot.
Arus laut juga terpantau cukup aktif. Di Teluk Sampit kecepatannya berkisar 0,73-1,55 knot, sedangkan di Kuala Pembuang mencapai 0,72-1,96 knot.
Meski kondisi laut dipengaruhi angin yang cukup kuat, prakiraan BMKG menunjukkan belum ada potensi hujan di wilayah perairan tersebut selama tiga hari ke depan. Suhu permukaan laut pun relatif stabil di kisaran 28 derajat Celsius.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, mengingat wilayah Kotawaringin Timur saat ini masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik.
Tidak adanya potensi hujan diperkirakan membuat upaya penanganan karhutla masih menghadapi tantangan.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal penyeberangan, hingga pengguna transportasi laut lainnya agar memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum berlayar.
Gelombang setinggi 1,25-2,5 meter disertai embusan angin hingga 28 knot berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal dan perahu berukuran kecil. (oes)
Editor : Slamet Harmoko