SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, masih belum berhasil dipadamkan meski kawasan tersebut dikelilingi tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pencegahan dan kesiapsiagaan karhutla di sekitar areal perusahaan.
Api yang mulai berkobar sejak Senin (3/8/2026) hingga Rabu (5/8/2026) masih menghanguskan lahan gambut. Upaya pemadaman dilakukan secara darat maupun udara, melibatkan Satgas Karhutla, masyarakat, pemerintah desa, hingga perusahaan yang berada di sekitar lokasi.
Baca Juga: Water Bombing Dikerahkan ke Camba, BPBD Kejar Api yang Terus Bertahan Sejak Senin
Tiga perusahaan yang berada di sekitar titik kebakaran yakni PT Nusantara Sawit Persada (NSP), PT Mulia Agro Permai (MAP), serta eks PT Globalindo Alam Perkasa (GAP) yang kini dikelola PT Agrinas Palma Nusantara.
Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotawaringin Timur, Rihel, mengatakan seluruh perusahaan tersebut telah mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu operasi pemadaman.
"Sudah mereka menurunkan alat dan personel untuk pemadaman. Ada dua unit ekskavator yang digunakan membuat sekat bakar sekaligus embung sementara sebagai sumber pasokan air untuk mesin pompa kecil," kata Rihel, Rabu (5/8/2026).
Namun, upaya di lapangan tidak berjalan mudah. Medan menuju lokasi kebakaran hanya dapat dilalui sepeda motor atau dengan berjalan kaki sehingga kendaraan pemadam berukuran besar tidak dapat menjangkau titik api.
Baca Juga: Desa Camba Jadi Fokus Penanganan Karhutla, Helikopter Water Bombing Lepas Landas dari Palangka Raya
"Unit besar tidak bisa masuk ke lokasi. Aksesnya hanya kendaraan roda dua dan jalan kaki," ujarnya.
Menurut Rihel, koordinasi terus dilakukan dengan seluruh pihak, mulai dari perusahaan perkebunan, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat yang ikut berjibaku memadamkan api menggunakan pompa air berkapasitas kecil.
"Yang selalu siaga di lapangan adalah sekretaris desa. Kami juga terus berkomunikasi dengan pihak perusahaan, kepala desa, dan camat," katanya.
Personel dari Posko Satgas Karhutla juga telah diterjunkan sejak Selasa siang dan kembali melanjutkan pemadaman pada Rabu pagi.
Dari udara, helikopter Satgas Udara BNPB telah melakukan water bombing di kawasan Camba, meski jumlah sorti dan volume air yang dijatuhkan masih menunggu laporan resmi.
Meski perusahaan telah mengerahkan bantuan, namun kebakaran terus berlangsung selama beberapa hari menunjukkan penanganan karhutla di kawasan tersebut masih menghadapi tantangan besar.
Sulitnya akses menuju lokasi memang menjadi kendala utama, namun kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya sistem deteksi dini, kesiapsiagaan personel, serta ketersediaan sarana pengendalian karhutla di kawasan perkebunan agar api dapat ditekan sebelum berkembang menjadi kebakaran berskala luas.(ang)
Editor : Slamet Harmoko