Kualitas Udara di Sampit Masuk Kategori Berbahaya, BPBD: Kondisi Berpotensi Berulang Setiap Pagi

Rado. • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akibat kabut asap karhutla sempat mencapai level berbahaya pada Rabu (5/8) pagi. (Istimewa/Radar Sampit)
Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akibat kabut asap karhutla sempat mencapai level berbahaya pada Rabu (5/8) pagi. (Istimewa/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akibat kabut asap karhutla sempat mencapai level berbahaya pada Rabu (5/8) pagi. BPBD Kotim mencatat konsentrasi partikel halus (PM2,5) menyentuh angka 398, jauh di atas ambang batas udara sehat.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan angka tersebut diterima sekitar pukul 06.00 WIB saat kabut asap masih menyelimuti sebagian wilayah Sampit dan sekitarnya.

"Angka PM2,5 yang kami terima sekitar pukul 06.00 mencapai 398. Kalau mengacu pada kategorinya, sebenarnya situasinya sudah masuk kategori berbahaya," kata Multazam.

Baca Juga: Pangkalan Bun Geger! Pengemudi Mobil Ditemukan Tak Sadarkan Diri, Akhirnya Meninggal Meski Sempat Dievakuasi ke RSUD

Meski beberapa jam kemudian kondisi berangsur membaik setelah sinar matahari mulai menembus kabut dan kecepatan angin meningkat, ia menegaskan kondisi tersebut bukan berarti ancaman telah berakhir.

"Ini hanya membaik sementara. Besok sangat mungkin akan berulang lagi. Yang harus kita antisipasi adalah pola berulangnya kondisi ini selama kebakaran belum berhasil dikendalikan," ujarnya.

BPBD pun mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti penderita asma, penyakit paru-paru, lansia, anak-anak, maupun warga yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Baca Juga: Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Kabut Asap Makin Parah, Bupati Kotim Siapkan Skenario Belajar Darurat

Di sisi lain, kebakaran lahan yang terjadi di Desa Camba menjadi perhatian utama karena memberikan kontribusi besar terhadap meningkatnya jumlah titik panas di Kotim.

Bahkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi posko karhutla, Kotim kini menjadi daerah dengan hotspot tertinggi di Kalimantan Tengah.

Upaya pemadaman dari udara sebenarnya telah disiapkan melalui operasi water bombing, namun pelaksanaannya terpaksa ditunda karena jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Sementara itu, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan tim gabungan terus mengandalkan pemadaman dari darat untuk menekan meluasnya kebakaran sambil menunggu kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi udara. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
Kualitas Udara di Sampit kotim kalteng kabut asap