SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin mengkhawatirkan. Dalam 24 jam terakhir, jumlah hotspot melonjak drastis menjadi 159 titik, lebih dari dua kali lipat dibanding sehari sebelumnya yang tercatat 75 titik.
Lonjakan tersebut terjadi ketika harapan datangnya hujan untuk membantu meredam kebakaran masih belum terlihat. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim, kondisi cuaca hingga 24 jam ke depan diperkirakan hanya berawan, tanpa potensi hujan yang signifikan.
Data BMKG yang diperbarui pada Rabu (5/8) pukul 07.00 WIB menunjukkan Kecamatan Kota Besi kembali menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot terbanyak.
Dari total 159 hotspot di Kotim, sekitar 73 titik berada di kecamatan tersebut. Desa Camba menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar 70 hotspot, disusul Kandan dua titik dan Kelurahan Kota Besi Hulu satu titik.
Selain Kota Besi, peningkatan hotspot juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tercatat memiliki 27 hotspot yang tersebar di Kelurahan Pasir Putih, Ketapang, Desa Eka Bahurui, dan Bangkuang Makmur.
Baca Juga: Kabut Asap Kepung Kota Sampit, Jarak Pandang Mulai Menurun
Kemudian Seranau sebanyak 20 hotspot yang seluruhnya berada di Desa Batuah, Mentaya Hilir Utara 11 hotspot di Bagendang Tengah, Baamang 11 hotspot, Teluk Sampit tujuh hotspot, Pulau Hanaut tujuh hotspot, Cempaga Hulu empat hotspot, Cempaga tiga hotspot, serta masing-masing satu hotspot di Parenggean, Telawang, dan Bukit Santuai.
Tidak hanya jumlah titik panas yang meningkat, BMKG juga merilis analisis potensi kemudahan terjadinya kebakaran. Hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, berada pada kategori sangat mudah terbakar untuk 5 hingga 6 Agustus 2026.
Baca Juga: Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Kabut Asap Makin Parah, Bupati Kotim Siapkan Skenario Belajar Darurat
Kondisi tersebut diperparah dengan belum adanya peluang hujan yang berarti. Berdasarkan prakiraan akumulasi curah hujan BMKG, cuaca di Kabupaten Kotawaringin Timur hingga Kamis (6/8) pukul 07.00 WIB diprediksi hanya berawan.
Artinya, lahan gambut yang sudah mengering masih sangat rentan memicu kebakaran baru maupun memperluas api yang sudah ada.
Situasi ini membuat upaya pemadaman di lapangan diperkirakan masih menghadapi tantangan berat. Tanpa hujan yang mampu membasahi lahan, potensi munculnya hotspot baru dan kabut asap diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah bersama Satgas Karhutla pun diharapkan terus meningkatkan patroli dan penanganan di wilayah-wilayah rawan agar kebakaran tidak semakin meluas, terutama di Kecamatan Kota Besi yang kembali menjadi episentrum titik panas di Kotim. (oes)
Editor : Slamet Harmoko