Kabut Asap Selimuti Kota Sampit, Aktivitas Warga Mulai Terganggu

Robby Fardian • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:24 WIB
 Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Sampit dan sekitarnya, Rabu (5/8/2026) pagi.  (Robby Fardian/Radar Sampit)
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Sampit dan sekitarnya, Rabu (5/8/2026) pagi. (Robby Fardian/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Sampit dan sekitarnya, Rabu (5/8/2026) pagi. Kondisi tersebut mulai memengaruhi jarak pandang dan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada malam hingga pagi hari.

Pantauan di kawasan Nur Mentaya, kabut pekat tampak menyelimuti dan menganggu aktivitas warga, jarak pandang juga terbatas. Pengguna jalan wajib berhati-hati saat melintas.

Baca Juga: Kabut Asap Di Sampit Makin Pekat, Warga Terpaksa Nyalakan Lampu saat Berkendara

Pantauan di sejumlah ruas jalan menunjukkan kabut asap cukup pekat sehingga pengendara kendaraan bermotor memilih mengurangi kecepatan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.

Jarak pandang yang terbatas membuat pengguna jalan lebih berhati-hati saat berkendara.

Selain berdampak pada lalu lintas, kabut asap juga mulai dirasakan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Aroma asap yang cukup menyengat membuat sebagian warga memilih mengenakan masker sebagai upaya mengurangi paparan asap.

Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Sampit pada Malam Hari, Warga Mulai Keluhkan Bau Menyengat

Salah seorang pelajar SMKN 4 Sampit, Naufal, mengaku aktivitasnya mulai terganggu akibat kabut asap yang muncul sejak tengah malam.

"Mudah-mudahan kabut asap ini tidak berlangsung lama. Aktivitas kami mulai terganggu," ujarnya.

Kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Sampit menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan.

Baca Juga: Hadapi Kabut Asap, Faskes di Kotim Siagakan Ruang Oksigen

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna meminimalkan dampak paparan asap.

Sementara itu, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan diharapkan terus diperkuat agar kualitas udara tidak semakin memburuk. (rfa/sla)

Editor : Slamet Harmoko
kabut asap kotim kabut asap di sampit Nur Mentaya karhutla