Kabut Asap Selimuti Sampit pada Malam Hari, Warga Mulai Keluhkan Bau Menyengat

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Kabut asap tampak menyelimuti sekitar Bundaran 0 Kilometer Sampit, Selasa malam (4/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Kabut asap tampak menyelimuti sekitar Bundaran 0 Kilometer Sampit, Selasa malam (4/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit pada Selasa malam (4/8/2026). Asap terpantau menyebar di sejumlah ruas jalan utama dengan aroma yang cukup menyengat, meski ketebalannya belum separah beberapa hari sebelumnya.

Salah seorang warga, Ilham, mengaku mulai merasakan dampak kabut asap saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari.

"Bau asap menyengat, dan menghalangi jarak pandang. Meski tidak begitu tebal," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap mulai terlihat sejak sore dan bertahan hingga malam. Asap tampak menyelimuti sejumlah kawasan, di antaranya Jalan Tjilik Riwut, Jalan Pramuka, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan S Parman, Jalan Kapten Mulyono, sebagian Jalan MT Haryono, hingga Jalan HM Arsyad.

Meski jarak pandang masih memungkinkan untuk berkendara, pengendara terlihat mengurangi kecepatan di beberapa ruas jalan karena pandangan mulai terganggu.

Bau asap juga terasa cukup pekat di sejumlah titik, terutama yang berada di dekat kawasan yang beberapa hari terakhir mengalami kebakaran lahan.

Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Berdasarkan data terbaru BMKG, dalam 24 jam terakhir terdeteksi 75 hotspot di Kotim.

Lebih dari separuhnya terkonsentrasi di Kecamatan Kota Besi, sementara titik panas juga masih terpantau di Mentawa Baru Ketapang, Teluk Sampit, Parenggean, Baamang, Seranau, Pulau Hanaut, dan Mentaya Hilir Utara.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini masih menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan hingga 26 Agustus 2026. Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi untuk mencegah kebakaran meluas.

Masyarakat diimbau mulai membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan.

Di tengah kondisi cuaca yang masih kering dan minim hujan, kabut asap diperkirakan masih berpotensi terjadi selama kebakaran lahan belum sepenuhnya terkendali. (oes/sla)

Editor : Slamet Harmoko
Kabut Asap Sampit bau asap sampit kotim kabut asap karhutla