Kebakaran Lahan Kepung Kompleks Perumahan di Sampit, Warga Panik Api Dekati Tiang Listrik

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:32 WIB
Ketua RT di Kompleks Graha Pramuka Sampit Januar tampak berlari membawa ember untuk memadamkan api yang membakar lahan di tepi jalan poros menuju kompleks tersebut. (Dian/Radar Sampit)
Ketua RT di Kompleks Graha Pramuka Sampit Januar tampak berlari membawa ember untuk memadamkan api yang membakar lahan di tepi jalan poros menuju kompleks tersebut. (Dian/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam permukiman warga di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kali ini, kobaran api muncul di sekitar Kompleks Perumahan Graha Pramuka, Jalan Pramuka, Sampit, Selasa (4/8/2026), hingga membuat warga berhamburan untuk mencegah api merambat ke rumah-rumah.

Asap hitam tampak membumbung dari lahan yang terbakar. Api semakin mengkhawatirkan karena berada tidak jauh dari deretan rumah warga dan tiang jaringan listrik.

"Kebakaran dekat rumah, dekat tiang listrik pula," ujar warga setempat, Dian Taresa.

Melihat kobaran api semakin membesar, warga sekitar langsung bergotong royong melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Ember, selang, hingga sumber air yang tersedia dimanfaatkan untuk menahan laju api sembari menunggu bantuan petugas.

Upaya tersebut dilakukan agar kobaran tidak merambat ke kawasan perumahan yang berada di sekitarnya. Kondisi cuaca yang kering dan vegetasi semak belukar membuat api berpotensi cepat meluas apabila tidak segera dikendalikan.

Mendapat laporan adanya kebakaran, Satgas Penanggulangan Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur segera mengerahkan personel menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Hingga berita ini ditulis, petugas masih berupaya mengendalikan kobaran api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman. Belum ada laporan mengenai penyebab kebakaran maupun luas lahan yang terdampak.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa ancaman karhutla di Kotawaringin Timur kini tidak hanya terjadi di kawasan hutan atau lahan kosong yang jauh dari permukiman, tetapi mulai mendekati kawasan padat penduduk.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap keselamatan warga serta infrastruktur di sekitarnya, termasuk jaringan listrik yang berada di dekat lokasi kebakaran. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Karhutla Sampit Kompleks Perumahan Graha Pramuka karhutla kotim