MAKIN MERAJALELA! Karhutla Belum Bisa Dijinakkan, Beberapa Titik Masih Membara hingga Hari Ini

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Kebakaran lahan berskala besar di wilayah Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (3/8/2026). (Warga/Radar Sampit)
Kebakaran lahan berskala besar di wilayah Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (3/8/2026). (Warga/Radar Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Meski sejumlah titik berhasil dipadamkan, api masih aktif di beberapa lokasi, sementara petugas gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran meluas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam mengatakan, hingga Senin (3/8), tim gabungan masih menangani sedikitnya 11 lokasi karhutla yang tersebar di sejumlah kecamatan.

"Sebagian titik sudah padam, tetapi masih ada yang aktif dan beberapa lokasi masih dalam penanganan karena medannya cukup sulit," ujar Multazam.

Berdasarkan data Posko Karhutla BPBD Kotim, kebakaran yang masih aktif terjadi di Jalan Camba 1, Desa Camba, Kecamatan Kota Besi. Hingga Selasa (4/8), api dilaporkan masih membakar lahan di kawasan tersebut.

Salah seorang warga Desa Camba, Indri Yani, mengatakan kebakaran mulai terjadi sejak Senin (3/8). Hingga keesokan harinya, kobaran api dikabarkan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

"Kebakarannya kemarin, tapi kabarnya hari ini masih aktif," katanya.

Sementara itu, di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 23, petugas juga masih melakukan pemadaman. Kondisi serupa terjadi di kawasan belakang SMAN 4 Sampit yang hingga kini masih dalam penanganan.

Di Jalan HM Arsyad Kilometer 38 yang meliputi wilayah Desa Bagendang Hilir dan Desa Jaya Karet, tim gabungan masih berupaya membatasi perluasan kebakaran.

Meski api berhasil dikendalikan, lahan gambut di lokasi tersebut masih mengeluarkan asap sehingga proses pendinginan terus dilakukan.

Jalan Tjilik Riwut Kilometer 7 kembali menjadi salah satu titik yang menyita perhatian. Dalam sehari, lokasi tersebut harus ditangani dua kali setelah api kembali muncul pada sore hari usai sebelumnya dinyatakan padam. Saat ini kobaran api telah berhasil dipadamkan, namun bara di bawah permukaan gambut masih mengeluarkan asap.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 13. Api telah padam, tetapi petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.

Di kawasan Jalan Mohammad Hatta atau Lingkar Selatan, tepatnya di sekitar Gudang Yamaha, serta Jalan Bumi Raya I, kebakaran berhasil dipadamkan lebih awal sehingga petugas hanya melakukan pemantauan.

Tantangan lebih berat dihadapi tim gabungan di Desa Batuah, Kecamatan Seranau. Lokasi kebakaran berada jauh dari akses darat dan hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai. Kondisi air yang sedang surut membuat perjalanan menuju titik api membutuhkan waktu lebih lama.

Sementara itu, kebakaran di kebun praktik SMKN 4 Desa Eka Bahurui hingga kini belum tertangani. Di Desa Lempuyang, petugas juga masih berjibaku memadamkan api yang telah memasuki hari ketiga. Selain akses menuju lokasi yang sulit, embusan angin kencang membuat api mudah menyebar ke vegetasi di sekitarnya.

Multazam mengatakan seluruh personel gabungan terus dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan, terutama di lahan gambut yang berpotensi kembali terbakar akibat bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Di tengah cuaca yang masih kering dan minim hujan, risiko munculnya titik api baru masih sangat tinggi sehingga diperlukan peran aktif seluruh masyarakat untuk mencegah karhutla semakin meluas. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Karhutla Sampit karhutla desa camba karhutla kotim Kota Besi