Usai Dugaan Keracunan MBG, Dapur SPPG di Kuala Pembuang Disuspensi Sementara untuk Evaluasi Total

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:35 WIB
BERI KETERANGAN: Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas memberikan keterangan kepada awak media, Senin (3/8) (RIFANI/RADAR SAMPIT)
BERI KETERANGAN: Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas memberikan keterangan kepada awak media, Senin (3/8) (RIFANI/RADAR SAMPIT)

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Seruyan memastikan dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) alias SPPG di Kuala Pembuang untuk sementara disuspensi menyusul kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan pelajar SMP, SMA hingga Guru, Senin (3/8/2026).

Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Seruyan, Bahrun Abbas, mengatakan penghentian sementara operasional dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga: Update Dugaan Keracunan MBG di Seruyan, 11 Pasien Masih Dirawat di RSUD

Selama masa suspensi, dapur akan menjalani evaluasi, termasuk pemeriksaan ulang terhadap aspek sanitasi dan kelayakan.

"Yang pasti saat ini sudah disuspensi. Selanjutnya Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan ulang, termasuk terkait sanitasi, higiene, serta pemeriksaan laboratorium sebagai dasar untuk melakukan perbaikan," kata Abbas, Senin (3/8).

Menurutnya, kalau semua persyaratan sudah dipenuhi, mudah-mudahan nantinya bisa direkomendasikan kembali untuk beroperasi.

Abbas menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium maupun perkembangan evaluasi teknis akan disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani wilayah tersebut.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Merembet, Tidak Hanya Pelajar SMPN 1, Tapi Juga Menyerang SMAN 1 Kuala Pembuang

Plh Sekda menambahkan, insiden yang terjadi harus menjadi pelajaran bagi seluruh pengelola dapur SPPG di seluruh Kabupaten Seruyan.

Seluruh penyelenggara diminta menjalankan operasional sesuai ketentuan dan memperketat pengawasan terhadap keamanan pangan.

"Semua harus mengikuti regulasi yang berlaku. Pemeriksaan laboratorium harus dilakukan secara rutin, terutama terhadap sumber air yang digunakan. Persyaratan kesehatan juga wajib dipenuhi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya.

Ia mengakui kasus tersebut telah menjadi perhatian luas karena jumlah siswa yang terdampak cukup banyak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: BGN Hormati Putusan MK, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan dan Fokus ke Daerah Stunting Tinggi

"Ini menjadi perhatian serius karena jumlah korbannya cukup banyak. Syukurnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kalau sampai ada korban jiwa tentu dampaknya akan jauh lebih besar," tegasnya.

Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat memperkuat standar keamanan pangan di seluruh dapur SPPG sehingga program pemenuhan gizi bagi pelajar dapat kembali berjalan dengan aman dan sesuai prosedur. (rdw)

Editor : Slamet Harmoko
Bahrun Abbas Dapur SPPG Kuala Pembuang SPPG Kuala Pembuang Disuspensi SPPG Kuala Pembuang Ditutup