Kabut Asap Karhutla Kian Terasa di Sampit, Warga Mulai Bermasker Meski Masih Banyak Yang Abai

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Kondisi jalanan di Jalan Bumi Ayu Sampit, saat pagi hari diselimuti asap memaksa warga untuk menggunakan masker, Senin (3/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Kondisi jalanan di Jalan Bumi Ayu Sampit, saat pagi hari diselimuti asap memaksa warga untuk menggunakan masker, Senin (3/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai semakin dirasakan warga Kota Sampit. Asap yang menyelimuti sejumlah ruas jalan pada Senin pagi (3/8/2026) tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga menimbulkan bau menyengat yang membuat tenggorokan terasa perih saat dihirup.

Pantauan di sejumlah titik di Kota Sampit menunjukkan kabut asap tampak menyelimuti kawasan jalan utama sejak pagi. Sebagian warga mulai mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Namun, tidak sedikit pula yang masih bepergian tanpa pelindung pernapasan meski kondisi udara mulai berubah.

Usna, salah seorang warga yang melintas di Jalan Kapten Mulyono, mengaku asap pagi itu terasa lebih menyengat dibanding beberapa hari sebelumnya.

"Ketika terhirup langsung batuk, ditambah lagi debu jalan," ujarnya.

Baca Juga: BNPB Kejar Awan Siang Malam untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Kotawaringin Timur masih berada dalam status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan.

Dalam beberapa hari terakhir, titik panas masih terus bermunculan di sejumlah kecamatan, sementara petugas gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran di berbagai lokasi.

Data Stasiun Meteorologi H Asan Sampit juga menunjukkan adanya penurunan jarak pandang pada pagi hari. Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat hanya 2 kilometer dengan kondisi cuaca dilaporkan berupa kabut (halimun). Suhu udara mencapai 24,2 derajat Celsius dengan kelembapan 95 persen, sementara angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 4 kilometer per jam.

Baca Juga: Rantai Portal Dibuka, MotoGP Pangkalan Bun Dimulai: Komedi Satir di Balik Berburu Pertalite

Satu jam kemudian, tepat pukul 07.00 WIB, jarak pandang membaik menjadi 5 kilometer. Meski demikian, kondisi halimun masih tercatat dengan suhu 24,8 derajat Celsius, kelembapan 94 persen, serta angin dari arah tenggara berkecepatan 8 kilometer per jam.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap.

Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dinilai menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan.

Meski sebagian warga sudah mulai mengenakan masker, kesadaran untuk melindungi diri masih belum merata.

Pemandangan pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki tanpa masker masih mudah ditemui di sejumlah ruas jalan di Kota Sampit, padahal asap mulai semakin terasa pada pagi hari. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Kabut Asap Karhutla kabut asap kotim karhutla kotim Bau Asap karhutla