Kebakaran Lahan di Kalteng masih Terus Meluas. Api Mendekati Sejumlah Jalur Trans Kalimantan 

Radar Sampit • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 21:45 WIB
Salah satu kawasan lahan yang terbakar hangus di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (31/7/2026)
Salah satu kawasan lahan yang terbakar hangus di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (31/7/2026). (ist)

radarsampit.jawapos.com-Kebakaran lahan  di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih belum menunjukkan penurunan kejadian. Salah satu kawasan lahan yang terbakar di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau masih terus mendapatkan penanganan serius tim gabungan. Pasalnya, rembetan api meluas hampir ke sisi jalan trans Kalimantan, dan asap mulai mengganggu kelancaran lalu lintas arah Kalteng ke Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kebakaran lahan juga masih meluas. Salah satunya yang sempat mengkhawatirkan dan mendekati badan jalan, yakni di Jalan Tjilik Riwut KM 7 Sampit. Kawasan terbakar itu juga berdekatan dengan landasan pacu sisi barat, Bandara H Asan Sampit.

Sementara itu, berdasarkan pembaruan rekapitulasi hotspot BMKG dalam 24 jam terakhir yang diakses pada Minggu (2/8) pukul 07.00 WIB, Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Teluk Sampit menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.

Total terdapat 47 hotspot yang terdeteksi di Kotim. Dari jumlah itu, Mentaya Hilir Utara menyumbang 18 hotspot, disusul Teluk Sampit 12 hotspot, Mentawa Baru Ketapang delapan hotspot, Parenggean enam hotspot, dan Cempaga lima hotspot.

Temuan tersebut menunjukkan adanya pergeseran konsentrasi titik panas. Sehari sebelumnya, Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak. Kini dominasi beralih ke kawasan pesisir.

Di Mentaya Hilir Utara, hotspot tersebar di Desa Bagendang Tengah, Bagendang Hulu, dan Natai Baru. Sementara di Teluk Sampit, sebagian besar titik panas terpantau berada di Desa Ujung Pandaran serta Lampuyang.

Baca Juga: Lahan Hangus mencapai 3.069,52 Hektare, Presiden Prabowo Soroti Karhutla di Kalteng

Adapun di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, hotspot masih terdeteksi di Kelurahan Ketapang, Desa Eka Bahurui, dan Bapeang. Sedangkan Parenggean terkonsentrasi di Desa Kabuau dan di Kecamatan Cempaga berada di Desa Luwuk Ranggan serta Desa Cempaka Mulia Timur.

Sebagian besar hotspot memiliki tingkat kepercayaan 8 hingga 9, sehingga dikategorikan sebagai titik panas dengan tingkat keyakinan tinggi berdasarkan hasil pemantauan satelit BMKG.

Kondisi tersebut sejalan dengan analisis potensi kemudahan terjadinya kebakaran yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim.Untuk periode 2 hingga 3 Agustus 2026, hampir seluruh wilayah Kalteng, termasuk Kotim, masih berada pada kategori sangat mudah terbakar.

Di sisi lain, peluang hujan dalam 24 jam ke depan masih dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan risiko kebakaran.

Bergeser ke Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kebakaran lahan juga masih tidak terbendung. Setiap hari tim reaksi cepat BPBD Kobar menerima laporan dari masyarakat.

Selain itu, terjadi peningkatan jumlah titik kebakaran, dalam sehari personel TRC BPBD yang didukung Balakar Huma Singgah Itah, dan MPA bisa menangani pemadaman 3 sampai 5 kejadian di lokasi yang berbeda.

Anehnya, di beberapa lokasi yang sebelumnya sudah dipadamkan dan dilakukan pendinginan sehingga diyakini telah padam total, keesokan harinya menyala kembali, sehingga muncul dugaan ada unsur kesengajaan.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Andan Santana mengungkapkan, kondisi cuaca ekstrem yang panas menimbulkan dampak meningkatnya kasus Karhutla di Kobar. Namun demikian, kejadian demi kejadian dapat ditangani dengan maksimal oleh TRC BPBD Kobar yang didukung oleh unsur lainnya.

"Kejadian bukan hanya di hutan yang jauh dari jangkauan, tetapi juga di dekat Kota Pangkalan Bun. Bahkan dalam beberapa kasus terjadi di dekat dengan permukiman masyarakat," ungkapnya, Minggu (2/8).

Ia menegaskan, meski tidak sepenuhnya benar, tetapi ada dugaan beberapa kasus Karhutla yang terjadi adanya unsur kesengajaan. Untuk itu, ia berharap agar masyarakat tidak membakar lahan saat membersihkan kebun maupun tidak membakar sampah.

Baca Juga: Menko Polkam: Karhutla Kalimantan Bisa Dikendalikan, OMC Tinggal Tunggu Kondisi Atmosfer

Menurutnya, beberapa kejadian di dalam kota Pangkalan Bun terutama di area permukiman diakibatkan oleh aktivitas pembakaran sampah yang tidak dijaga sehingga merembet ke semak belukar yang mengering.

"Saat ini personel siaga penuh di Mako BPBD, dan hari ini (red: kemarin) juga terjadi Karhutla di permukiman warga di Tatas, Kelurahan Baru, kita berharap agar masyarakat waspada, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah tanpa pengawasan, dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar," imbuh Andan Santana.

Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto saat ke Kalteng Jumat (31/7/2026), memantau sekaligus memperkuat upaya penanganan karhutla juga menegaskan pihaknya diperintah Presiden RI Prabowo Subianto untuk turun langsung menangani karhutla.

Ia menegaskan, Kalteng menjadi salah satu provinsi prioritas nasional dalam penanganan karhutla. Alasannya, sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang sangat sulit dipadamkan ketika terbakar. Pemerintah juga menargetkan kualitas udara tetap terkendali agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Hingga kini penggunaan masker masih bersifat anjuran.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus utama penanganan adalah kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Seluruh armada water bombing akan diprioritaskan ke wilayah tersebut karena api mulai mendekati ruas jalan. Pemerintah pusat juga memastikan dukungan anggaran tidak menjadi kendala.

"Berapa pun yang dibutuhkan di lapangan, pemerintah pusat melalui BNPB bersama TNI dan Polri akan membantu sepenuhnya pemerintah daerah," tegas Suharyanto.

Dikatakannya pula, pemerintah tidak ingin kebakaran semakin meluas, terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Niño akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Karena itu, seluruh kementerian, lembaga, TNI, Polri, dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.

Data BNPB mencatat, hingga Juli 2026 luas lahan yang terbakar di Kalteng telah mencapai sekitar 3.069,52 hektare. Menyikapi kondisi tersebut, Satgas Darat telah disiagakan di seluruh kabupaten dan kota. Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus digencarkan untuk memaksimalkan potensi hujan.

Tidak hanya itu, BNPB juga memperkuat dukungan udara. Saat ini tiga armada water bombing beroperasi di Kalimantan Tengah dan dalam waktu dekat akan ditambah sesuai permintaan Pemerintah Provinsi.

Baca Juga: Lahan Gambut 3 Hektare Terbakar di Amin Klaru, Habiskan 122 Ribu Liter Air untuk Padamkan Api

"Pak Gubernur meminta tambahan, dan saya menyanggupi. Mungkin dalam minggu ini ada satu lagi tambahan pesawat water bombing, kemudian akan bertahap ditambah lagi. Ada dua helikopter patroli dan satu helikopter untuk OMC," papar Suharyanto.

Di sisi lain, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengingatkan bahwa penanganan karhutla merupakan agenda prioritas nasional. Seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat deteksi dini titik api, mengoptimalkan monitoring center, serta mempererat koordinasi lintas instansi.

"Seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat deteksi dini titik api, mengoptimalkan fungsi monitoring center, serta mempererat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah," pungkasnya.(oes/tyo/gus)

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
presiden ri prabowo subianto Kepala BNPB trans kalimantan pulang pisau kebakaran lahan