KUALA PEMBUANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seruyan Hilir Kuala Pembuang 1 memastikan terus memantau kondisi siswa dan guru penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menjalani perawatan di RSUD Kuala Pembuang pasca dugaan keracunan makanan.
Hingga Minggu (2/8/2026), sebanyak 11 pasien masih dirawat, sementara empat lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.
Baca Juga: Posko Kesehatan Kasus MBG Kuala Pembuang Masih Dibuka, 15 Pasien Dirawat di RSUD
Sebagai bentuk kepedulian, Kepala SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang 1, Yanuar, bersama mitra pelaksana dan pihak yayasan mengunjungi para pasien di RSUD Kuala Pembuang.
Selain memberikan dukungan moril kepada siswa, guru, dan keluarga mereka, rombongan juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan kondisi kesehatan para penerima manfaat.
"Kami datang untuk memberikan semangat kepada para siswa dan guru yang masih dirawat. Di sisi lain, kami ingin memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal serta terus memantau perkembangan kondisi mereka," ujar Yanuar.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Merembet, Tidak Hanya Pelajar SMPN 1, Tapi Juga Menyerang SMAN 1 Kuala Pembuang
Menurutnya, saat kunjungan dilakukan terdapat 15 penerima manfaat MBG yang masih mendapatkan penanganan medis. Namun, berdasarkan perkembangan terakhir, empat pasien telah diizinkan pulang karena kondisinya terus membaik.
Sementara itu, 11 pasien lainnya masih menjalani observasi dan perawatan hingga dinyatakan pulih sepenuhnya oleh tim medis.
Yanuar menegaskan, SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang 1 akan terus berkoordinasi dengan RSUD Kuala Pembuang, Pemerintah Kabupaten Seruyan, serta seluruh pihak terkait agar penanganan terhadap para pasien berjalan maksimal.
"Kami berharap seluruh penerima manfaat segera pulih sehingga dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Kami akan terus mengikuti perkembangan hingga seluruh pasien dinyatakan sembuh," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh pasien sejak insiden tersebut terjadi.
Di tengah berkembangnya berbagai informasi mengenai dugaan keracunan MBG, Yanuar mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Baca Juga: 'Yank Wes Yank' Viral di TikTok, Ini Fakta yang Sudah Diketahui dan Peringatan bagi Warganet
Menurutnya, seluruh perkembangan penanganan kasus akan disampaikan melalui informasi resmi dari instansi yang berwenang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Kami berkomitmen menyampaikan informasi yang akurat sesuai perkembangan di lapangan. Kami juga mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada para pasien," pungkasnya. (rdw/sla)
Editor : Slamet Harmoko