PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Gempuran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di hampir semua wilayah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, menjadi sorotan pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden RI Prabowo Subianto.
Dirinya menginstruksikan percepatan penanganan di daerah dengan karakteristik lahan gambut tersebut.
Instruksi itu ditindaklanjuti Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto, yang datang ke Kalteng, untuk memantau, sekaligus memperkuat upaya penanganan karhutla.
"Ini merupakan perintah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang dua hari lalu memimpin langsung rapat terbatas. Kami dari BNPB datang ke sini untuk melihat secara langsung penanganan karhutla di Kalteng," ujarnya saat di Palangka Raya, bertemu Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.
Pemerintah juga menargetkan kualitas udara tetap terkendali agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Hingga kini penggunaan masker masih bersifat anjuran.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus utama penanganan adalah kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Seluruh armada water bombing akan diprioritaskan ke wilayah tersebut karena api mulai mendekati ruas jalan. Pemerintah pusat juga memastikan dukungan anggaran tidak menjadi kendala.
Ditegaskan Suharyanto, pemerintah tidak ingin kebakaran lahan semakin meluas, terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Niño akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.
Baca Juga: El Nino Kuat Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, BMKG Siaga Hadapi Ancaman Karhutla dan Kekeringan
Karena itu lanjutnya, seluruh kementerian, lembaga, TNI, Polri, dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.
Dirinya juga membeberkan, data BNPB mencatat, hingga Juli 2026 luas lahan yang terbakar di Kalteng telah mencapai sekitar 3.069,52 hektare. Menyikapi kondisi tersebut, Satgas Darat telah disiagakan di seluruh kabupaten dan kota. Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus digencarkan untuk memaksimalkan potensi hujan.
Tidak hanya itu lanjutnya, BNPB juga memperkuat dukungan udara. Saat ini tiga armada water bombing beroperasi di Kalimantan Tengah dan dalam waktu dekat akan ditambah sesuai permintaan Pemprov Kalteng.
"Pak gubernur meminta tambahan, dan saya menyanggupi. Mungkin dalam minggu ini ada satu lagi tambahan pesawat water bombing, kemudian akan bertahap ditambah lagi. Ada dua helikopter patroli dan satu helikopter untuk OMC," beber Suharyanto.
Di sisi lain, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo yang turut meninjau ke Kalteng mengingatkan, penanganan karhutla merupakan agenda prioritas nasional. Seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat deteksi dini titik api, mengoptimalkan monitoring center, serta mempererat koordinasi lintas instansi.
"Seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat deteksi dini titik api, mengoptimalkan fungsi monitoring center, serta mempererat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah," tegasnya.
Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengatakan,selain fokus pada pemadaman, Menko Polkam mengingatkan agar keselamatan personel menjadi perhatian utama selama operasi berlangsung.
Ia pun meminta setiap penugasan diawali dengan briefing yang memperhatikan aspek keamanan dan pengorganisasian personel agar tidak menimbulkan risiko bagi petugas.
"Perhatikan keamanan para petugas, jangan sampai dia begitu bersemangat, dia lupa dan tidak bisa keluar. Jangan sampai kita tidak memperhartikan keselamatan kita," ujar Djamari di Palangka Raya, Jumat (31/7).
Dirinya juga meminta seluruh unsur yang terlibat memperkuat koordinasi di lapangan dan memanfaatkan seluruh sarana serta prasarana yang telah tersedia, termasuk sumber air, peralatan pemadaman, pipa penyalur air, hingga tempat penampungan air sementara. Ia memastikan pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan operasi penanganan karhutla.
Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan pemerintah provinsi mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat melalui penguatan langkah preventif, edukasi kepada masyarakat, dan koordinasi lintas sektor.
Pemprov juga telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026. Hingga kini operasi pemadaman terus berlangsung melalui jalur darat, sungai, dan udara. Sekitar 10.700 personel gabungan diterjunkan dalam penanganan karhutla di berbagai wilayah rawan di Kalteng.
"Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan dan setiap titik api harus segera ditangani agar tidak meluas," imbuh Agustiar.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Sining juga mengatakan, upaya pengendalian karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman, tetapi juga pencegahan berkelanjutan. Salah satunya melalui normalisasi kanal untuk menjaga tata kelola air di lahan gambut sehingga risiko munculnya titik api dapat ditekan sejak dini.
"Normalisasi kanal merupakan bagian penting dari upaya mitigasi karhutla. Dengan menjaga tata kelola air di lahan gambut, kita berupaya mencegah munculnya titik api sejak dini.” paparnya.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi memastikan, personel Satgas Aman Nusa II turut melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada titik-titik yang telah berhasil dipadamkan. Pemantauan juga dilakukan agar masyarakat tidak memasuki kawasan bekas kebakaran yang masih berpotensi membahayakan keselamatan.
“Proses pemadaman telah dilakukan selama beberapa hari pada hot spot karhutla di kawasan tersebut, yang saat ini kondisi apinya sudah padam namun masih mengeluarkan asap, sehingga masih akan dilakukan proses pendinginan lahan,” pungkasnya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama