PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Persoalan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus menjadi perhatian publik.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kotawaringin Barat, Mulyadin, berencana melakukan inspeksi ke sejumlah pengecer BBM untuk memastikan mekanisme penjualan serta asal pasokan bahan bakar yang mereka peroleh.
Menurut Mulyadin, inspeksi lapangan diperlukan agar DPRD dapat memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi yang terjadi di tingkat pengecer.
Selain menelusuri sumber pasokan BBM, pihaknya juga akan memantau harga jual kepada masyarakat agar tidak terjadi praktik pengambilan keuntungan yang berlebihan di tengah situasi sulit.
"Kita akan pantau terus dalam beberapa hari ke depan. Jika diperlukan, kita akan lakukan inspeksi ke lapangan termasuk ke pengecer. Akan kita tanyakan dari mana mereka mendapatkan BBM," ujar Mulyadin.
Ia menegaskan, keberadaan pengecer pada dasarnya memiliki peran dalam membantu masyarakat memperoleh BBM, terutama ketika terjadi kelangkaan atau antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Namun, kondisi tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak wajar yang justru semakin membebani masyarakat.
Mulyadin mengimbau para pengecer agar tetap menjual BBM dengan harga yang masih dalam batas kewajaran. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh harus tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat yang saat ini juga terdampak sulitnya memperoleh BBM.
DPRD, kata dia, akan terus mengawasi perkembangan distribusi bahan bakar agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
DPRD Kotawaringin Barat berharap langkah inspeksi tersebut dapat memberikan kepastian mengenai rantai distribusi BBM hingga ke tingkat pengecer.
Hasil pemantauan nantinya juga akan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait dalam mencari solusi atas persoalan distribusi BBM yang belakangan menjadi keluhan masyarakat di Kobar. (sam)
Editor : Slamet Harmoko