Disdik Kotim Terbitkan Panduan Belajar Saat Musim Kemarau, Sekolah Diminta Siaga Kabut Asap

M. Akbar • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB
Kepala Disdik Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, meminta seluruh sekolah menerapkan langkah mitigasi sejak dini guna mengantisipasi kabut asap akibat karhutla pada musim kemarau.  (Akbar/Radar Sampit)
Kepala Disdik Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, meminta seluruh sekolah menerapkan langkah mitigasi sejak dini guna mengantisipasi kabut asap akibat karhutla pada musim kemarau. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerbitkan panduan adaptasi kegiatan belajar selama musim kemarau sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Panduan tersebut ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

Kepala Disdik Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering sehingga berpotensi meningkatkan kejadian karhutla serta menurunkan kualitas udara. Karena itu, sekolah diminta menerapkan langkah-langkah mitigasi sejak dini.

“Melalui Program Adaptasi Kegiatan Belajar di Musim Kemarau, kami menetapkan tujuh langkah yang harus diterapkan di seluruh satuan pendidikan. Salah satunya, guru dan peserta didik diwajibkan menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap,” ujarnya, Kamis (30/7).

Yolanda menegaskan, kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. Apabila kualitas udara memburuk akibat kabut asap, sekolah dapat menyesuaikan penyelenggaraan pembelajaran.

Menurut dia, satuan pendidikan dapat menunda jam masuk atau melaksanakan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui Belajar dari Rumah (BDR) setelah berkoordinasi dengan koordinator wilayah kecamatan dan melaporkannya kepada bidang pembinaan.

Selain itu, sekolah diminta rutin memantau kualitas udara melalui aplikasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) maupun laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup, serta mengikuti perkembangan penetapan status tanggap darurat karhutla di Kabupaten Kotim.

Disdik juga mengimbau sekolah membatasi kegiatan di luar ruangan, seperti upacara bendera, senam pagi, olahraga, dan kegiatan ekstrakurikuler apabila kualitas udara dinilai berpotensi membahayakan kesehatan warga sekolah.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, setiap sekolah diwajibkan menyiapkan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dilengkapi perlengkapan pertolongan pertama, obat-obatan dasar, serta air minum untuk penanganan awal apabila terdapat warga sekolah yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Di sisi lain, kebersihan lingkungan sekolah juga harus terus dijaga dengan mengurangi debu, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta melarang pembakaran sampah di lingkungan sekolah.

“Peran orang tua juga sangat penting. Pastikan anak selalu menggunakan masker saat bepergian dan segera dibawa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya,” kata Yolanda.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan dapat menjalankan panduan tersebut secara konsisten sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung aman, meskipun Kotim menghadapi ancaman kabut asap selama musim kemarau.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
Panduan Belajar Saat Musim Kemarau Siaga Kabut Asap Disdik Kotim sampit