KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com - Jumlah siswa SMPN 1 Kuala Pembuang yang diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian. Kamis (30/7/2026).
Salah satu siswa harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Kuala Pembuang akibat mengalami mual, muntah, hingga demam tinggi.
Salah satunya dialami seorang siswa kelas IX yang kini masih menjalani perawatan.
Ibunya, Yeni Sulistiani, menceritakan gejala mulai dirasakan anaknya tidak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah pada Selasa (28/7).
Baca Juga: Setelah Santap MBG, Puluhan Pelajar SMPN 1 Kuala Pembuang Diare Massal, Dinkes Buka Posko di Sekolah
Menurut Yeni, anaknya hanya sempat menghabiskan sekitar 4 hingga 5 suap makanan sebelum mengeluhkan pusing dan mual. Meski begitu, sang anak tetap bertahan mengikuti aktivitas hingga pulang sekolah.
"Sesudah makan itu langsung bilang pusing dan mual, tapi ditahan sampai sore. Setelah sampai rumah kondisinya semakin berat," ujarnya, saat ditemui di RS Kuala Pembuang, Kamis (30/7).
Malam harinya, kondisi sang anak memburuk. Ia mengalami muntah berulang disertai demam yang mencapai 39,7 derajat Celsius.
Obat penurun panas yang diberikan di rumah sempat menurunkan suhu tubuh, namun demam kembali muncul.
Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa dan Guru SMPN 1 Kuala Pembuang Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
"Sudah dikasih parasetamol, panasnya sempat turun, tetapi naik lagi. Sampai sekarang masih mual dan masih muntah," tuturnya.
Yeni mengaku belum dapat memastikan penyebab kondisi yang dialami anaknya.
Namun, ia mengungkapkan keluhan mulai muncul sesaat setelah anaknya mengonsumsi makanan yang disajikan di sekolah.
"Saya tidak berani menyebut keracunan. Yang saya tahu, setelah makan itu anak saya langsung mengeluh pusing. Orang tua siswa lain juga ada yang menyampaikan hal serupa, tetapi semuanya masih dugaan," katanya.
Karena kondisi anaknya tidak kunjung membaik, keluarga akhirnya memutuskan membawa korban ke Rumah Sakit Kuala Pembuang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, Dinas Kesehatan masih melakukan penanganan terhadap para siswa yang mengalami keluhan serupa.
Sementara itu, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari instansi terkait. (rdw/sla)
Editor : Slamet Harmoko