Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa dan Guru SMPN 1 Kuala Pembuang Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:11 WIB
DIRAWAT: Salah seorang pelajar SMPN 1 Kuala Pembuang saat mendapat perawatan usai diduga keracunan MBG. (Rifani/Radar Sampit)
DIRAWAT: Salah seorang pelajar SMPN 1 Kuala Pembuang saat mendapat perawatan usai diduga keracunan MBG. (Rifani/Radar Sampit)

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com - Puluhan siswa dan guru SMP Negeri 1 Kuala Pembuang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga Kamis (30/7), jumlah warga sekolah yang mengeluhkan gejala serupa mencapai sekitar 90 orang, terdiri atas sekitar 75 siswa dan 15 guru.

Kepala SMPN 1 Kuala Pembuang, Mardiana, mengatakan makanan tersebut disajikan pada Selasa (28/7).

Namun, keluhan baru mulai bermunculan keesokan harinya. Mayoritas siswa dan guru mengalami pusing, demam, diare, serta sebagian kecil mengalami muntah.

Baca Juga: Setelah Santap MBG, Puluhan Pelajar SMPN 1 Kuala Pembuang Diare Massal, Dinkes Buka Posko di Sekolah

"Pada Rabu banyak orang tua mengabarkan di grup bahwa anak mereka tidak masuk sekolah karena sakit. Bersamaan dengan itu ada 6 guru yang juga mengalami keluhan serupa," jelasnya. Kamis (30/7).

Hari ini jumlah guru yang terdampak bertambah menjadi 15 orang. Sampai siang tadi total yang tercatat sekitar 90 orang.

Mardiana menjelaskan, setiap makanan MBG yang diterima sekolah biasanya lebih dahulu diperiksa dan dicicipi olehnya langsung sebelum dibagikan kepada siswa.

Namun, pada hari kejadian prosedur tersebut tidak sempat dilakukan karena dirinya sedang mendampingi kegiatan Pramuka di kawasan Sungai Bakau.

Baca Juga: Setelah Santap MBG, Puluhan Pelajar SMPN 1 Kuala Pembuang Diare Massal, Dinkes Buka Posko di Sekolah

Makanan baru sempat ia cicipi sekitar pukul 11.00 WIB, setelah seluruh siswa selesai makan. Saat itu, ia langsung mencium aroma tidak sedap dari lauk telur.

"Saya langsung bilang, 'Kenapa baunya seperti ini?' Setelah dicek, telurnya memang sudah berbau. Saya kemudian meminta dibuatkan berita acara dan memberikan penilaian kualitas rendah karena makanan itu tidak layak dikonsumsi," katanya.

Ia menduga sumber persoalan berasal dari lauk telur. Dugaan itu diperkuat dengan kondisi sejumlah guru yang hanya mengonsumsi nasi tanpa telur dan tidak mengalami keluhan kesehatan.

"Menu hari itu terdiri dari telur orek, oseng wortel dan kol, serta buah naga. Sayur dan buah rasanya normal. Yang bermasalah hanya telurnya karena baunya sudah tidak wajar," jelasnya.

Berdasarkan pendataan sementara, siswa yang terdampak berasal dari berbagai tingkat kelas. Namun, jumlah terbanyak berasal dari kelas VII dan kelas IX.

Baca Juga: Korban Bertambah, Orang Tua Ungkap Anak Alami Mual dan Demam Tinggi Usai Santap MBG

Mardiana menegaskan, selama program MBG berjalan di SMPN 1 Kuala Pembuang, baru kali ini ditemukan dugaan makanan yang tidak layak konsumsi.

Karena itu, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait agar para siswa dan guru mendapatkan penanganan medis sekaligus dilakukan penelusuran terhadap penyebab pasti kejadian tersebut. (rdw)

Editor : Slamet Harmoko
smpn 1 kuala pembuang pelajar smp keracuban mbg pelajar smpn1 kuala pembuang keracuban MBG keracunan mbg