PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Suasana sunyi senyap di kawasan Jalan R.A. Kartini, Palangka Raya mendadak berubah menjadi kepanikan mencekam pada Rabu (29/7/2026) dini hari.
Jerit histeris warga pecah saat si jago merah tiba-night bertindak ganas, melahap bangunan ruko, warung, hingga deretan kamar kos saat para penghuninya tengah lelap tertidur dalam buaian mimpi.
Peristiwa mengerikan ini mulai meneror warga sekitar pukul 01.40 WIB. Berada di persimpangan Gang Bakti I, api dengan cepat membubung tinggi ke udara, melahap material kayu bangunan yang sudah menua.
Baca Juga: PLN Peduli Bantu Pemuda Purbasari Bangun Usaha Las, Siap Dongkrak Ekonomi Desa
Para penghuni kos yang panik mengaku terbangun bukan karena alarm, melainkan karena hawa panas menyengat dan suara gemertak kayu yang terbakar hebat.
Tanpa sempat menyelamatkan harta benda maupun barang berharga, para korban berlarian ke luar rumah menyelamatkan nyawa mereka sembari berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
"Api sudah keburu membesar. Penghuni hanya sempat menyelamatkan badan saja, tidak ada barang berharga yang bisa dibawa keluar," ungkap Ketua BPK Kamboja, Sucipto, dengan raut wajah prihatin.
Baca Juga: Sekda Kalteng Minta Daerah Rawan Karhutla Segera Tetapkan Status Siaga Darurat
Jihad Melawan Api di Tengah Kemarau
Menerima informasi darurat tersebut, Tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya bersama puluhan relawan damkar swakarsa langsung meluncur ke lokasi kejadian. Pertempuran sengit melawan si jago merah pun tak terelakkan.
Namun, upaya pemadaman sempat terhambat oleh musuh tak terlihat: krisis air. Musim kemarau yang sedang melanda membuat sumber air di sekitar lokasi minim, memaksa para petugas berjibaku ekstra keras menaklukkan kobaran api. Setelah hampir 35 menit bertarung melawan amukan jago merah, api akhirnya berhasil dikendalikan total sekitar pukul 02.15 WIB.
Baca Juga: Bupati Gumas Minta Forum Anak Aktif Kawal Hak Anak dan Lawan Bullying hingga Judi Online
Ratusan Juta Melayang, Murni Arus Pendek?
Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hartanto, menegaskan bahwa meski amukan api meratakan sejumlah bangunan, tidak ada korban jiwa dalam musibah berdarah dingin ini.
"Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp350 juta," ujar AKP Iyudi saat dikonfirmasi usai olah TKP.
Baca Juga: DPRD Kalteng Minta Pemerintah Perbaiki Kualitas Belanja Daerah
Mengenai pemicu utama bencana dini hari ini, Tim INAFIS Polresta Palangka Raya masih terus memasang garis polisi dan mengumpulkan barang bukti.
Kendati demikian, dugaan sementara mengarah pada petaka korsleting listrik, mengingat usia instalasi kabel pada bangunan tua tersebut yang rentan memicu percikan api. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor