PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Selama Juli 2026, karhutla di wilayah Kalteng telah tercatat sebanyak 781 kejadian, sehingga memicu berulangnya kembali bencana kabut asap.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan pun menegaskan, seluruh jajaran Polres, Polresta hingga Polsek diminta bergerak cepat setiap kali terjadi kebakaran lahan. Tidak hanya membantu penanganan di lapangan, tetapi juga mengusut asal-usul kebakaran sebagai bagian dari penegakan hukum.
"Kami sudah menginstruksikan seluruh jajaran, baik Polres, Polresta maupun Polsek, agar setiap terjadi karhutla segera dilakukan penyelidikan terkait penyebab timbulnya api," ujarnya, Rabu (29/7).
Menurutnya, penyelidikan dilakukan agar aparat tidak gegabah menyimpulkan penyebab kebakaran. Polisi akan mendalami apakah api muncul akibat unsur kesengajaan, kelalaian, maupun faktor lainnya.
Sejauh ini, jajaran Polresta bersama Polsek telah memeriksa sejumlah pemilik lahan yang terbakar. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali informasi terkait awal mula munculnya api.
"Semua harus melalui proses penyelidikan supaya kita tidak salah dalam mengambil kesimpulan. Apakah ada unsur kesengajaan membuka lahan dengan membakar atau karena kelalaian, misalnya saat memancing dan meninggalkan api di lokasi. Semua akan didalami sesuai proses hukum yang berlaku," tegas Iwan Kurniawan.
Baca Juga: Sorotan Pengamat, Pencegahan Karhutla Dinilai Tak Efektif Lantaran Terus Berulang
Sementara itu, Pemprov Kalteng terus mengintensifkan upaya pemadaman. Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Kalteng bergerak cepat menangani sejumlah titik api, termasuk di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, yang sejak awal Juli masih menjadi salah satu wilayah dengan kebakaran cukup luas akibat karakteristik lahan gambut.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Saining mengatakan, selain pemadaman, petugas melakukan penyekatan, pembasahan lahan, pendinginan, hingga pemantauan menggunakan drone untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
Pada Rabu (29/7), Tim Dalkarhutla juga berhasil memadamkan kebakaran seluas sekitar 0,07 hektare di kawasan Jalan Slamet, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya. Titik api yang terdeteksi melalui patroli drone berhasil dipadamkan sebelum meluas ke kawasan sekitar.
Menurut Agustan, keberhasilan pengendalian Karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan petugas di lapangan, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama pada musim kemarau.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama