SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkspkan sejumlah indikator yang menunjukkan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin memburuk hingga menjadi dasar penetapan status Tanggap Darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, kebakaran kini terjadi hampir setiap hari. Selain muncul titik api baru, petugas juga terus menanngani kebakaran akibat rambatan yang meluas ke area lain.
"Setiap hari selalu ada kejadian kebakaran, baik kebakaran baru maupun kebakaran rambatan," katanya usai rapat evaluasi penanganan karhutla, Rabu (29/7) sore.
Selain frekuensi kebakaran yang meningkat, hasil pemantauan tinggi muka air tanah juag menunjukkan kondisi lahan gambut semakin kering.
Alat pemantau mencatat muka air tanah telah mencapai minus 1,28 meter, yang menandakan kadar air di permukaan sudah sangat rendah dan rawan terbakar.
Menurut Multazam, indikator lain yang menjadi perhatian adalah lonjakan jumlah titik panas. Selama Juli 2026, BPBD mencatat hampir 300 hotspot berkategori ekstrem di wilayah Kotim.
"Jumlah hotspot sudah sangat tinggi. Selama Juli ini hampir mencapai 300 titik. Itu menjadi salah satu indikator kuat sehinga status dinaikkan menjadi Tanggap Darurat," ujarnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim resmi menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla selama 28 hari, mulai 30 Juli hingga 26 Agustus 2026, agar upaya penanganan dan dukungan sumber daya dapat dilakukan lebih cepat. (yn/sla)
Editor : Slamet Harmoko