Hujan Belum Datang, Hotspot di Kotim Naik Lagi, Kabut Asap Mengintai

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 08:52 WIB
Kebakaran lahan di Jalan Kuda Marleh, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin sore (27/7/2026). (BPBD Kotim)
Kebakaran lahan di Jalan Kuda Marleh, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin sore (27/7/2026). (BPBD Kotim)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum menunjukkan tanda mereda.

Setelah sempat tercatat 10 titik panas, data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan jumlah hotspot kembali meningkat menjadi 14 titik dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan pembaruan rekapitulasi hotspot yang diakses pada Selasa (28/7/2026) pukul 07.00 WIB, titik panas tersebut tersebar di delapan kecamatan. Wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak berada di Kecamatan Parenggean yang mencatat empat titik panas di Desa Tehang.

Baca Juga: Kabut Asap Kian Terasa di Sampit, Ribuan Masker Mulai Dibagikan kepada Warga

Selain itu, dua hotspot terdeteksi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tepatnya di Desa Eka Bahurui. Dua titik lainnya berada di Kecamatan Bukit Santuai, masing-masing di Desa Tumbang Tilap dan Tumbang Kania. Kecamatan Telaga Antang juga mencatat dua hotspot yang berada di Desa Rantau Suang dan Tumbang Puan.

Sementara itu, masing-masing satu hotspot terpantau di Kecamatan Antang Kalang (Desa Kuluk Telawang), Cempaga Hulu (Desa Pelantaran), Kota Besi (Desa Soren), dan Teluk Sampit (Desa Lampuyang).

"Kenaikan jumlah hotspot tersebut terjadi ketika kondisi cuaca masih belum mendukung turunnya hujan dalam intensitas yang mampu membantu pemadaman karhutla," ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo, Selasa (28/7/2026). 

Baca Juga: DPRD Kalteng Minta Anggaran Penanggulangan Karhutla Jangan Sampai Kurang

 Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kotawaringin Timur pada periode 28 hingga 29 Juli hanya berpotensi mengalami kondisi berawan hingga hujan ringan.

Di sisi lain, analisis parameter cuaca BMKG juga menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada pada kategori sangat mudah terbakar.

Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga 29 Juli sehingga potensi munculnya kebakaran baru tetap perlu diwaspadai.

Tidak hanya dalam jangka pendek, prospek cuaca hingga pertengahan Agustus pun belum memberikan harapan besar.

Berdasarkan prakiraan curah hujan probabilistik BMKG, peluang terjadinya hujan dengan akumulasi lebih dari 100 milimeter di wilayah Kotim masih berada pada kategori di bawah 10 persen, baik pada dasarian III Juli, dasarian I Agustus, maupun dasarian II Agustus.

Artinya, hujan dengan intensitas tinggi yang dapat membantu membasahi lahan gambut dan menekan potensi kebakaran masih sangat kecil dalam beberapa pekan ke depan.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla di Kotawaringin Timur belum berakhir. Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
hotspot karhutla kotim karhutla kotim kabut asap hujan