5 Hektare Lahan di Kuda Marleh Menyala, Petugas Berjibaku Padamkan Api hingga Malam

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 18:55 WIB
Kebakaran lahan di Jalan Kuda Marleh, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin sore (27/7/2026). (BPBD Kotim)
Kebakaran lahan di Jalan Kuda Marleh, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin sore (27/7/2026). (BPBD Kotim)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kali ini, api melalap lahan seluas sekitar lima hektare di kawasan Jalan Kuda Marleh, sebelum Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (27/7/2026).

Kebakaran yang mulai terjadi sejak siang hari itu belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga malam. Asap hitam masih terlihat membumbung tinggi, sementara petugas terus berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Lokasi kebakaran berada di kawasan Jalan Kuda Marleh, sebelum memasuki Desa Eka Bahurui.

"Lokasi kebakaran sebelum Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Luasnya sekitar lima hektare," kata Multazam.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kotim mengerahkan personel bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim ke lokasi kejadian. Petugas melakukan pemadaman sejak siang hingga selepas Magrib.

Meski upaya pemadaman terus dilakukan, kepulan asap hitam masih tampak membubung dari lokasi kebakaran. Kondisi cuaca yang kering menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan dalam mengendalikan api.

Kebakaran ini menambah daftar kejadian karhutla yang terjadi di Kotim selama musim kemarau. Sebelumnya, BMKG telah mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih berada pada kategori sangat mudah terbakar, sementara peluang hujan hingga pertengahan Agustus diperkirakan masih sangat rendah.

Kondisi tersebut membuat seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, mengingat cuaca panas dan lahan yang mengering membuat api sangat mudah menyebar.

Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan petugas di lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala dan meluas ke area sekitar. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Kuda Marleh sampit kotim kabut asap karhutla