NAM Air Setop Rute Sampit-Jakarta, Dishub Kotim Belum Dapat Penjelasan Resmi Dari Manajemen

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:49 WIB
ILUSTRASI: Pesawat dari maskapai NAM Air saat akan lepas landas di Bandara H Asan Sampit. (Dok.Oes /Radar Sampit)
ILUSTRASI: Pesawat dari maskapai NAM Air saat akan lepas landas di Bandara H Asan Sampit. (Dok.Oes /Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali harus kehilangan salah satu pilihan penerbangan menuju Jakarta.

Maskapai NAM Air dikabarkan menghentikan sementara operasional rute Sampit–Jakarta dan Jakarta–Sampit melalui Bandara Haji Asan Sampit.

Informasi tersebut diterima Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim pada Senin (27/7/2026). Hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu penjelasan resmi dari pihak maskapai terkait alasan penghentian sementara layanan tersebut.

Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti penyebab penghentian layanan NAM Air ke Bandara H. Asan Sampit.

Menurutnya, sejumlah kemungkinan masih didalami, termasuk apakah berkaitan dengan perawatan armada atau faktor operasional lainnya.

"Saya baru mendapat informasi hari ini bahwa NAM Air untuk rute Jakarta-Sampit dan Sampit-Jakarta sementara off dulu. Penyebabnya masih kami konfirmasi apakah karena perawatan pesawat atau faktor lain," ujar Raihansyah, Senin (27/7).

Di tengah berhentinya layanan NAM Air, Raihansyah memastikan konektivitas udara dari Sampit menuju Jakarta masih tetap terlayani oleh maskapai lain. Bahkan, ia menilai kehadiran Super Air Jet menunjukkan respons pasar yang cukup baik sejak mulai beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan dari pihak bandara dan maskapai, tingkat keterisian penumpang Super Air Jet hampir selalu tinggi.

Dalam sehari jumlah penumpang tercatat lebih dari 100 orang dan pada waktu-waktu tertentu mampu mencapai kapasitas penuh sekitar 180 penumpangg karena pesawat tersebut saat ini belum melayani angkutan kargo.

"Super Air Jet Alhamdulillah masih bertahan. Dari laporan maskapai dan bandara, setiap hari penumpangnya di atas 100 orang, bahkan bisa penuh sekitar 180 penumpang," katanya.

Melihat tingginya animo masyarakat terhadap transportasi udara, Dishub Kotim juga mengusulkan kepada Lion Group agar pesawat yang melayani rute Sampit–Surabaya dapat ditingkatkan dari jenis ATR menjadi Boeing yang memiliki kapasitas penumpang lebih besar.

Langkah itu dinilai dapat mengakomodasi kebutuhan perjalanan yang terus meningkat.

Tak hanya itu, Dishub juga terus membuka komunikasi denhan sejumlah maskapai nasional, seperti TransNusa dan Pelita Air, agar bersedia membuka rute penerbangan ke Sampit.

Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas pilihan penerbangan sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah Kotim dengan kota-kota besar di Indonesia.

"Kami terus menawarkan potensi penumpang Kotim kepada beberapa maskapai agar penrebangan baru bisa masuk. Harapanya pilihan penerbangan masyarakat semakin banyak," pungkas Raihansyah. (yn/sla)

Editor : Slamet Harmoko
Sampit-Jakarta setop pelayanan nam air stop pelayanan di sampit bandara h asan sampit nam air