NANGA BULIK,radarsampit.jawapos.com-Di tengah ramainya fenomena wisata "pantai dadakan" akibat surutnya Sungai Bulik yang belakangan viral di media sosial, sungai di Kabupaten Lamandau kembali memakan korban jiwa.
Meski bukan terjadi di kawasan wisata musiman tersebut, seorang pria bernama Yongki Sanam (31) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Bulik, tepatnya di kawasan Jembatan Kuning Malata Ranch, hulu Jembatan Plasma Nanga Koring, wilayah PT Tanjung Sawit Abadi (TSA), Desa Nanga Koring, Kecamatan Bulik Timur, Minggu (26/7/2026).Korban diketahui merupakan karyawan PT Tanjung Sawit Abadi .
Saat dikonfirmasi , Kapolsek Bulik, AKP Karno, SH membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kejadian itu murni merupakan musibah saat korban bersama rekan-rekannya mencuci pakaian dan mandi di sungai.
"Korban bersama dua rekannya sedang mencuci pakaian di sungai. Kemudian korban berenang dan tiba-tiba meminta pertolongan kepada temannya. Rekannya sempat berusaha menolong, namun tidak berhasil karena korban sudah terlalu berat hingga akhirnya tenggelam," ujar AKP Karno.
Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika Yongki bersama dua rekannya, Barnabas Oematan dan Jhontri Banoet, mencuci pakaian sekaligus mandi di sungai.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Yongki berenang menjauh sekitar 10 meter dari kedua rekannya. Tiba-tiba ia memberi isyarat meminta pertolongan dengan mengangkat tangan.
Melihat hal tersebut, Jhontri langsung berenang menghampiri dan berusaha menarik korban. Namun karena kondisi Yongki sudah sangat berat, pegangan tangan keduanya terlepas sehingga korban tenggelam.
Jhontri kemudian naik ke permukaan untuk meminta bantuan kepada rekan-rekan lainnya. Mereka bersama-sama melakukan pencarian dengan cara menyelam hingga sekitar pukul 10.30 WIB korban berhasil ditemukan.
Baca Juga: Remaja Nyaris Tenggelam di Sekitar Pantai Dadakan Lamandau
Saat ditemukan, Yongki sudah dalam kondisi sangat lemas. Rekan-rekannya berusaha memberikan pertolongan sebelum akhirnya korban dilarikan ke fasilitas kesehatan Polibun Estate Melata sekitar pukul 11.00 WIB.
Namun setelah diperiksa dokter setibanya di Polibun sekitar pukul 11.20 WIB, nyawa Yongki dinyatakan tidak dapat diselamatkan. Diduga korban telah berada di dalam air selama kurang lebih 30 menit.
AKP Karno menambahkan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun.
"Korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan pemeriksaan dari dokter. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan rencananya korban akan dimakamkan di TPU Desa Nanga Koring," katanya.
Sementara itu, Suasana duka juga terekam dalam video yang beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan detik-detik korban dievakuasi dari sungai. Warga berupaya memberikan pertolongan dengan mengangkat kedua kaki korban lebih tinggi, menekan dada, dan menggoyangkan tubuh korban agar kembali bernapas. Di tengah proses penyelamatan itu terdengar tangis histeris seorang perempuan yang terus memohon agar korban dapat diselamatkan. Namun, seluruh upaya tersebut tidak berhasil mengembalikan nyawa Yongki.(mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama