NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Seorang remaja laki-laki nyaris terseret arus Sungai Lamandau setelah diduga berenang menyeberangi sungai, Sabtu sore. Korban berhasil diselamatkan sejumlah warga yang melihat kejadian tersebut.
Peristiwa itu menjadi perhatian masyarakat setelah video proses penyelamatan korban beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang remaja berbaju putih dievakuasi warga dari sungai menuju hamparan pasir atau "pantai dadakan".
Berdasarkan informasi yang dihimpun, identitas korban belum diketahui. Korban diduga kelelahan saat berusaha menyeberangi Sungai Lamandau akibat derasnya arus sehingga tidak lagi mampu berenang. Warga yang berada di lokasi kemudian memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke tepian sungai dalam kondisi lemas.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa meski hamparan pasir yang muncul saat Sungai Lamandau surut menjadi daya tarik masyarakat, arus sungai di sejumlah titik, terutama kawasan lagon dan muara, tetap berpotensi membahayakan.
Warga Nanga Bulik, Iis Ariska, mengatakan masyarakat setempat sejak lama mengenal cerita turun-temurun mengenai kawasan lagon di Muara Bulik yang dikenal memiliki arus berbahaya. Menurutnya, cerita tersebut diwariskan sebagai pengingat agar masyarakat berhati-hati saat berada di sungai.
"Legenda itu bukan untuk menakut-nakuti, tetapi menjadi pesan dari para leluhur agar masyarakat selalu menghormati alam dan berhati-hati saat berada di sungai," ujarnya.
Sejumlah tetua di sekitar Sungai Lamandau juga menyebut masyarakat telah lama meyakini sungai tersebut memiliki arus yang berbahaya, terutama saat musim kemarau ketika permukaan air surut dan hamparan pasir muncul. Kepercayaan tersebut membuat sebagian warga memilih tidak berenang atau bermain di sungai meskipun kawasan itu ramai dikunjungi.
Sementara itu, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat menikmati fenomena "pantai dadakan" akibat surutnya Sungai Lamandau.
"Masyarakat dipersilakan menikmati keindahan Sungai Lamandau yang sedang surut. Namun saya mengingatkan agar selalu menjaga ketertiban, tidak berenang atau menyeberangi sungai di lokasi yang berarus deras, serta selalu mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar sungai," kata Rizky.
Ia juga mengajak masyarakat mematuhi rambu dan pembatas yang telah dipasang di kawasan sungai guna mencegah terjadinya kecelakaan.
Fenomena "pantai dadakan" setiap tahun menjadi daya tarik ribuan warga Lamandau. Namun, di balik pesonanya, Sungai Lamandau tetap menyimpan potensi bahaya sehingga pengunjung diimbau tetap waspada dan mengutamakan keselamatan. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno