PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com — Asal hendak mendahului kendaraan di depan berbuah petaka berdarah. Seorang pengendara sepeda motor tewas seketika di tempat kejadian setelah terjatuh dan terlindas dump truck dari arah berlawanan di Jalan Karanggan Induk, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Jumat (24/07/2026) siang sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban bernasib malang tersebut diketahui bernama M. Wahyu Hidayat (23), seorang mahasiswa berstatus warga Jalan Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya.
Saat insiden maut itu terjadi, korban tengah memacu kuda besi jenis Suzuki Skywave dengan nomor polisi KH 6417 AH sambil membonceng adik kandungnya, Nadya Azzra (16).
Sementara itu, maut datang dari arah berlawanan saat sebuah dump truck merk Mitsubishi dengan nomor polisi KH 8356 NC melintas, yang dikemudikan oleh seorang pemuda bernama Rizal Ramanda Saputra (22).
Baca Juga: Kasus Sawit Bagendang, Dua Terdakwa Dituntut 6,5 Bulan Penjara
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, petaka bermula ketika korban melaju di Jalan Karanggan Induk, tepat di depan Masjid Pool JBA. Setibanya di lokasi kejadian, korban bernangsa hendak memotong atau mendahului kendaraan lain yang melaju searah di depannya.
"Pengendara sepeda motor diduga hendak mendahului kendaraan di depannya. Saat proses mendahului, pengendara terkejut hingga kehilangan kendali dan terjatuh ke badan jalan sebelah kanan," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polresta Palangka Raya, Ipda Amat kepada Radar Sampit.
Nahas, di saat bersamaan, dump truck yang dikemudikan Rizal meluncur dari arah berlawanan. Jarak yang terlampau dekat membuat sang sopir tak lagi punya ruang maupun waktu untuk menginjak rem secara maksimal atau membanting setir guna menghindari tubuh korban yang terhempas ke jalur kanan.
“Karena jaraknya sudah terlalu dekat, pengemudi dump truck tidak sempat menghindar sehingga tabrakan tidak dapat dielakkan,” imbuhnya.
Baca Juga: Tak Ada Tempat bagi Pelaku Kejahatan di Kotim. Polisi Bertindak Tegas!
Satu Korban Tewas, Sang Adik Selamat
Benturan keras antara tubuh manusia melawan kendaraan bertonase berat tersebut tak terelakkan. M. Wahyu Hidayat mengalami luka parah di bagian vital dan dinyatakan tewas seketika di lokasi kejadian.
Sementara itu, sang adik, Nadya Azzra, yang duduk di boncengan mengalami sejumlah luka-luka akibat benturan dan hantaman keras. Warga sekitar dan petugas yang datang ke lokasi segera melarikannya ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan tindakan medis darurat.
Baca Juga: Menelusuri Rantai Pasok BBM Ilegal Lintas Kabupaten. Gurita Hitam di Balik Jeriken Solar Subsidi
Langkah Kepolisian
Mendengar laporan kecelakaan maut tersebut, Unit Gakkum Satlantas Polresta Palangka Raya langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti kedua kendaraan yang terlibat ringsek, serta memeriksa sejumlah saksi mata di sekitar lokasi guna merangkai detail insiden tersebut.
Hingga berita ini naik cetak, kasus kecelakaan maut tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan intensif pihak kepolisian.
Aparat penegak hukum tak henti-hentinya melayangkan imbauan keras kepada seluruh pengguna jalan agar tidak bertindak ceroboh, terutama saat bermanuver mendahului kendaraan lain.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar memastikan kondisi benar-benar aman sebelum mendahului kendaraan lain dan tetap mematuhi aturan lalu lintas untuk mencegah kecelakaan serupa,” pungkas Ipda Amat. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor