Kabut Asap Masih Selimuti Sampit, Intensitas Lebih Lama

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:21 WIB
Kondisi Sungai Mentaya, terpantau dari Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, tampak diselimuti kabut akibat kebakaran hutan dan lahan, Jumat pagi (24/7/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Kondisi Sungai Mentaya, terpantau dari Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, tampak diselimuti kabut akibat kebakaran hutan dan lahan, Jumat pagi (24/7/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit pada Jumat (24/7/2026) pagi. Berbeda dari hari-hari sebelumnya, kali ini intensitas kabut asap bertahan lebih lama hingga memasuki pukul 07.00 WIB dengan jarak pandang masih terbatas hanya sekitar dua kilometer.

Data Stasiun Meteorologi H Asan Sampit mencatat pada pukul 06.00 WIB jarak pandang berada di angka 2 kilometer dengan kondisi cuaca berupa kabut asap. Suhu udara tercatat 21 derajat Celsius, kelembapan mencapai 93 persen, sementara arah angin tenang (calm) dengan kecepatan 0 kilometer per jam.

Satu jam kemudian, tepat pukul 07.00 WIB, kondisi belum menunjukkan perubahan signifikan. Jarak pandang tetap 2 kilometer, kabut asap masih bertahan, suhu naik menjadi 22,4 derajat Celsius, kelembapan meningkat menjadi 97 persen, dan angin masih tidak bergerak.

Data BMKG menunjukkan kabut asap pada pagi hari ini bertahan lebih lama dibandingkan hari sebelumnya.

"Hari ini kabut asap bertahan lebih lama. Kondisi angin yang tenang membuat penyebaran asap menjadi sangat lambat sehingga kabut asap masih bertahan hingga pagi," ujar Rahmad. salah seorang warga di Sampit. 

Sementara itu kecepatan angin yang tercatat nol kilometer per jam menyebabkan massa udara hampir tidak mengalami pergerakan. Akibatnya, asap hasil kebakaran hutan dan lahan tidak cepat terdispersi dan tetap terkumpul di sekitar wilayah Sampit.

Di sisi lain, data BMKG menunjukkan masih terdapat 39 hotspot di Kabupaten Kotawaringin Timur dalam 24 jam terakhir. Titik panas tersebut tersebar di delapan kecamatan dengan konsentrasi terbanyak berada di Kecamatan Mentaya Hilir Utara sebanyak 16 hotspot. 

Disusul Kecamatan Kota Besi dengan delapan hotspot, Mentawa Baru Ketapang tujuh hotspot, Parenggean dua hotspot, Antang Kalang dua hotspot, Cempaga dua hotspot, serta Telaga Antang dua hotspot.

Pada tingkat desa dan kelurahan, hotspot terbanyak terpantau di Desa Natai Baru sebanyak enam titik, Bagendang Tengah lima titik, Bagendang Hulu lima titik, Kota Besi Hulu empat titik, Bapeang tiga titik, Palangan tiga titik, Eka Bahurui dua titik, Kelurahan Ketapang dua titik, Manjalin dua titik, Rubung Buyung dua titik, dan Tumbang Sepayang dua titik.

Mulyono mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai dampak kabut asap terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat.

Ia menambahkan, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan tetap menjadi langkah paling penting untuk mengurangi munculnya kabut asap, mengingat sumber asap berasal dari kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotawaringin Timur. (oes/sla)

Editor : Slamet Harmoko
Kabut Asap Sampit sampit kotim kalteng