SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Karhutla juga makin masih terjadi di sejumlah titik di wilayah perkotaan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (23/7). Dalam waktu hampir bersamaan, api muncul di empat lokasi berbeda sehingga memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat membagi personel dan armada untuk melakukan pemadaman.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, hingga pukul 15.08 WIB petugas masih berjibaku memadamkan api di beberapa lokasi, terutama yang berada di dekat kawasan permukiman.
"Titik pertama berada di Jalan Karya Bersama, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang. Di lokasi tersebut BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki dan dua regu. Hingga sore hari proses pemadaman masih berlangsung,” ujarnya.
Kemudian lanjut Multazam, kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 4,5, tepatnya di seberang Perumahan Pandawa, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan berhasil dipadamkan. Setelah api padam, satu regu beserta mobil tangki langsung digeser ke kawasan Jalan Lingkar Selatan/Jalan Darul Hijrah untuk memperkuat proses pemadaman.
Di lokasi lain, kebakaran yang terjadi di Jalan Bumi Raya II/Jalan Walter Hugo, yang berada dekat permukiman warga, ditangani petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). BPBD turut memberikan dukungan satu unit mobil tangki dan satu regu untuk melakukan penebalan agar api tidak kembali membesar.
Sementara di kawasan Jalan Lingkar Selatan/Jalan Darul Hijrah, petugas masih terus berupaya mengendalikan kobaran api. Namun proses pemadaman sempat terkendala setelah satu unit mobil tangki mengalami kerusakan pada mesin pompa air.
Baca Juga: Usut Kasus Karhutla, Polda Kalteng sudah Tetapkan 8 Tersangka
"Meski ada satu unit yang mengalami gangguan pada mesin pompa, kami langsung menggeser armada dari lokasi yang sudah padam sehingga penanganan tetap berjalan," ujar Multazam.
Menurutnya, kondisi cuaca yang kering disertai angin membuat api mudah merambat sehingga masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor apabila menemukan titik api.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi seperti sekarang. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan agar bisa cepat ditangani sebelum meluas,"pungkas Multazam.
Terpisah, di Kota Palangka Raya, BPBD setempat mencatat telah terjadi sekitar 80 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 34 hektare. Bahkan, dalam satu hari sempat terjadi hingga 11 titik kebakaran yang harus ditangani petugas gabungan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, seluruh personel gabungan terus dikerahkan untuk memastikan setiap titik api padam secara menyeluruh.
"Tim gabungan di lapangan tidak hanya melakukan penanggulangan pemadaman darurat, tetapi juga tindak lanjut pembasahan menyeluruh (mopping up) pada area terdampak agar tidak memicu munculnya kembali titik api baru," ujarnya.
BPBD juga memperketat patroli di kawasan rawan bersama Satgas Karhutla serta mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api ke Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kota Palangka Raya maupun Info Center BPBD.
“Masyarakat yang menemukan potensi titik api di sekitar lingkungannya diimbau segera melapor ke Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kota Palangka Raya di Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 No. 98 atau melalui Info Center di nomor 0822-5588-2532,”pungkas Heri.(ang/daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama