PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memasang 550 geobag di tiga desa pesisir Kecamatan Kumai sebagai langkah darurat untuk mengurangi abrasi pantai akibat gelombang pasang. Pemasangan dilakukan setelah cuaca ekstrem pada 16–17 Juli 2026 menyebabkan kerusakan infrastruktur di wilayah pesisir.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, mengatakan tiga desa yang terdampak yakni Desa Keraya, Desa Sebuai Barat, dan Desa Teluk Bogam. Gelombang pasang mengikis bibir pantai hingga merusak akses jalan desa dan sejumlah jembatan.
"Untuk menekan agar kerusakan tidak semakin parah, sementara waktu kami melakukan pemasangan geobag di tiga desa yang terdampak abrasi. Pemasangan dilakukan secara gotong royong antara Tim Reaksi Cepat BPBD Kobar bersama masyarakat setempat," ujar Samuel, Rabu (22/7/2026).
Samuel menjelaskan, geobag yang dipasang merupakan bantuan dari APBD Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Palangka Raya. Untuk mempercepat penanganan, tim BPBD mengambil geobag dari gudang di Kuala Kapuas dengan perjalanan pulang-pergi selama empat hari sebelum didistribusikan ke lokasi terdampak.
Sebanyak 200 geobag dipasang di Desa Keraya, 100 geobag di Desa Sebuai Barat, dan 250 geobag di Desa Teluk Bogam. Menurut Samuel, pemasangan tersebut merupakan penanganan sementara untuk menahan laju abrasi sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah.
Selain penanganan fisik, BPBD Kobar terus mengintensifkan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat pesisir agar lebih siap menghadapi cuaca ekstrem, seperti angin kencang, gelombang pasang, dan banjir rob. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026 dengan tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno