NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menjelajahi kawasan wisata alam Riam Bahu Burung di Kecamatan Bulik Timur bersama sejumlah warga dan tokoh masyarakat, H. Tommy Hermal Ibrahim. Ekspedisi tersebut bertujuan meninjau potensi wisata alam sekaligus menikmati aktivitas memancing di aliran Sungai Bulik.
Riam Bahu Burung menawarkan panorama hutan hujan tropis yang masih alami dengan aliran Sungai Bulik yang jernih. Kawasan ini memiliki hamparan batu-batu besar dengan lubang alami dan corak yang terbentuk secara alami, serta dikenal sebagai habitat ikan air deras.
Rombongan menikmati keindahan alam kawasan tersebut dengan berhenti di beberapa titik untuk melihat lanskap, mengabadikan momen, dan memancing ikan khas sungai berarus deras.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan Riam Bahu Burung merupakan salah satu destinasi alam yang memiliki daya tarik besar dan layak dikembangkan sebagai tujuan wisata unggulan.
"Selain Sungai Setongah, di Lamandau ada spot menarik lain yang tak kalah estetik, salah satunya Riam Bahu Burung di Kecamatan Bulik Timur. Biasanya orang datang ke sini untuk wisata memancing karena kawasan ini dikenal sebagai habitat ikan air deras, seperti ikan somah, jelawat batu, dan belida," ujarnya.
Rizky menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lamandau berencana menjaga sekaligus mengembangkan kawasan tersebut agar tetap lestari.
"Ke depan, tempat ini dan DAS Bulik Timur Hulu akan kita jadikan Tahura dan kawasan wisata agar kelestarian alamnya semakin terjaga," katanya.
Tokoh masyarakat Lamandau, H. Tommy Hermal Ibrahim, mengatakan Riam Bahu Burung memiliki keindahan alam yang patut dijaga.
"Riam Bahu Burung adalah titisan surga yang tersembunyi di ujung Bulik Timur. Saya berharap keasriannya tetap terjaga dan keindahannya bisa dinikmati oleh anak cucu kita di masa mendatang," ucap Tommy.
Riam Bahu Burung dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata di Kabupaten Lamandau. Kawasan tersebut menawarkan perpaduan sungai yang jernih, bebatuan alami, serta hutan hujan tropis yang masih terjaga sehingga berpeluang menjadi ikon wisata alam apabila dikelola secara berkelanjutan. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno