Keluarga Sempat Mengira Modus Penipuan Saat Menerima Kabar dr Muhammad Zulfikar Drakel Meninggal

Rado. • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 13:07 WIB
Suasana kediaman Djunaedy Drakel, orang tua dr M Zulfikar Drakel di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Rado/Radar Sampit)
Suasana kediaman Djunaedy Drakel, orang tua dr M Zulfikar Drakel di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Rado/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Malam Senin menjadi momen komunikasi terakhir keluarga dengan dr. Muhammad Zulfikar Drakel.

Dokter muda asal Sampit itu masih sempat menelepon sang ibu, sebelum ditemukan meninggal dunia pada Selasa (21/7) malam di Kota Metro, Lampung.

Ayah almarhum, Djunaedi Drakel, mengatakan tidak ada firasat apa pun saat putra bungsunya berbincang dengan sang ibu.

Komunikasi itu berlangsung seperti biasa dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa akan menjadi percakapan terakhir.

"Malam Senin itu ibunya masih komunikasi," ujar Djunaedi saat ditemui di rumah duka di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Tiba Siang Ini, Almarhum dr. Muhammad Zulfikar akan Dimakamkan di TPU Muslimin Antasari Sampit

Namun, suasana berubah pada Selasa malam. Keluarga menerima telepon dari pihak Polres Metro Lampung yang mengabarkan bahwa Zulfikar telah meninggal dunia.

Djunaedi mengaku awalnya sulit mempercayai kabar tersebut. Ia bahkan sempat mengira telepon itu merupakan modus penipuan yang belakangan marak terjadi.

"Saya sempat tidak percaya dan jangan-jangan ini modus yang marak terjadi. Hingga akhirnya mereka melakukan video call untuk memastikan informasi itu, dan benar adanya anak kami yang ada di video itu," katanya.

Kabar tersebut membuat keluarga terpukul. Mereka tidak menyangka percakapan pada malam sebelumnya menjadi komunikasi terakhir dengan putra bungsu yang selama ini dikenal sebagai sosok berprestasi.

Baca Juga: Dokter Internship FKUI Asal Sampit Meninggal Dunia, Jenazah Ditemukan di Penginapan Kota Metro Lampung

"Semuanya sudah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa," ucap Djunaedi dengan mata berkaca-kaca.

Pantauan Radar Sampit, rumah duka di Jalan Kapten Mulyono dipenuhi pelayat yang datang silih berganti menyampaikan belasungkawa.

Sejumlah papan karangan bunga berjejer di halaman rumah, sementara keluarga menunggu kedatangan jenazah dari Jakarta.

Jenazah dr. Muhammad Zulfikar dijadwalkan tiba di Bandara H Asan Sampit pada Kamis (23/7) sekitar pukul 14.00 WIB setelah diterbangkan dari Lampung melalui Jakarta.

Almarhum selanjutnya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Muslimin, Jalan Antasari, Sampit.

Sebelumnya, dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (21/7) sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah guest house di Kota Metro, Lampung. Saat itu, dokter muda alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut sedang menjalani penugasan di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian setempat. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
dr. Muhammad Zulfikar Drakel Zulfikar Drakel Djunaedi Drakel dokter muda sampit sampit