Almarhum selanjutnya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslimin, Jalan Antasari, Sampit.
"Dimakamnkan di pemakaman Muslimin Jalan Antasari Sampit, paling lambat jam 5 sudah disana ini maish menunggu dari Bandara diperkirakan pukul 14.00 WIB landingnya," kata Djunaedy Drakel.
Muhammad Zulfikar Drakel merupakan putra bungsu pasangan Djunaedi Drakel dan Ririn Rosyana, keluarga yang cukup dikenal di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya.
Ayah almarhum, Djunaedi Drakel, mengatakan keluarga masih berusaha tegar menghadapi musibah tersebut.
Pantauan Radar Sampit, suasana duka tampak menyelimuti rumah keluarga di Jalan Kapten Mulyono, Sampit.
Sejak pagi, pelayat terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa. Sejumlah papan karangan bunga juga berjejer di halaman rumah sebagai ungkapan duka cita.
Keluarga bersama kerabat kini menunggu kedatangan jenazah sebelum prosesi pemakaman dilaksanakan di TPU Muslimin Jalan Antasari.
Baca Juga: Maut Mengintai di Balik Gelas Air: Ketika Diare dan Musim Kemarau Jadi Bencana Sunyi di Kotim
Sebelumnya, dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (21/7) sekitar pukul 19.00 WIB di kamar mandi sebuah guest house di Kota Metro, Lampung.
Saat itu almarhum tengah menjalani penugasan sebagai dokter Internship di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan kepolisian setempat. Jenazah sempat dibawa ke RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro untuk dilakukan pemeriksaan sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Sampit. (ang/sla)
Editor : Slamet Harmoko