PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya semakin serius. Hingga Selasa (21/7), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat 13 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 4,79 hektare.
Data tersebut dirilis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Palangka Raya. Titik api tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Bukit Tunggal, Menteng, Kalampangan, Bereng Bengkel, Marang, dan Petuk Katimpun.
Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Palangka Raya Balap Sipet mengatakan, sebagian titik api berhasil dipadamkan, sementara beberapa lokasi lainnya masih dalam proses penanganan karena kondisi medan yang sulit.
"Beberapa titik seperti di Jalan Alam Lestari Gang Nonong Bangas, Jalan Gustaf Erang, Jalan Kahuripan Ujung, Jalan Tjilik Riwut Km 23, belakang Pesantren Hasanka hingga Jalan Danau Rangas sudah berhasil dipadamkan dan kini memasuki tahap pemantauan," ujarnya,Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Se Kalteng, Karhutla sudah Hanguskan Hampir 500 Hektare Lahan
Namun demikian, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di sejumlah lokasi prioritas, di antaranya Jalan Banteng 23, Jalan Banteng 24, Jalan Petuk Katimpun, Jalan Hiu Putih Lanjutan, Jalan Danau Ilung, hingga kawasan Lingkar Luar Jalan Mahir Mahar yang menjadi titik terluas dengan luasan terbakar mencapai 1,99 hektare.
Sementara di kawasan Jalan G. Obos Lanjutan, proses pemadaman terkendala akses menuju lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau personel darat.
Balap memastikan hingga kini belum ada korban jiwa maupun dampak terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. Ketersediaan logistik juga dinilai masih mencukupi dan komunikasi publik berjalan normal.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama tim gabungan terus meningkatkan patroli di kawasan rawan karhutla, melakukan pemadaman dan pembasahan lahan, serta memperkuat koordinasi lintas instansi agar kebakaran tidak semakin meluas.
"Masyarakat kami minta tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan titik api baru agar bisa segera ditangani," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Sigit Widodo mengingatkan kondisi kualitas udara dapat berubah cepat menjadi tidak sehat apabila karhutla terus meluas pada puncak musim kemarau.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan melalui sosialisasi bahaya karhutla, pemasangan peringatan di kawasan rawan, serta melibatkan kecamatan, kelurahan, RT/RW, pemuda hingga tokoh masyarakat dalam pengawasan.
Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan ketersediaan logistik, peralatan pemadam, dan alat pelindung diri (APD) bagi petugas lapangan.
"Kami juga mendorong patroli terpadu darat dan udara dengan dukungan BPBD Provinsi maupun BNPB, serta optimalisasi anggaran Belanja Tak Terduga agar upaya pencegahan berjalan maksimal. Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan selama ini," katanya.
Di sisi lain, Satgas Preemtif Operasi Bina Karuna Polresta Palangka Raya terus mengintensifkan patroli di sejumlah kawasan rawan karhutla sebagai langkah pencegahan dini selama musim kemarau.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi mengatakan patroli tidak hanya bertujuan memantau kondisi lapangan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Patroli Satgas Preemtif menjadi salah satu langkah preventif untuk mencegah karhutla. Kami terus mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api," ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya.
"Dengan kepedulian bersama, kita dapat meminimalkan risiko kebakaran sekaligus menjaga lingkungan tetap aman dan lestari," tandasnya. (daq)
Editor : Agus Jaka Purnama