Sakit Jantung Paksa Nanik Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN?

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 12:15 WIB
Nanik S. Deyang. (BPMI Setpres)
Nanik S. Deyang. (BPMI Setpres)

RADARSAMPIT.JAWAPOS.COM – Gangguan jantung yang diderita Nanik Sudaryati Deyang menjadi alasan utama di balik keputusannya mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). 

Kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan intensif membuat Nanik memilih fokus menjalani pengobatan di luar negeri.

Kabar tersebut dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.

Ia menjelaskan bahwa pengunduran diri Nanik berkaitan langsung dengan kondisi kesehatannya yang mengharuskan menjalani pemeriksaan dan pengobatan jantung lanjutan.

Baca Juga: Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Ungkap Rencana Pembentukan Dewan Pengawas

“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza, Rabu (22/7).

Melalui akun media sosial pribadinya, Nanik mengungkapkan bahwa dirinya akan berangkat ke luar negeri untuk mendapatkan penanganan medis.

Ia menegaskan keputusan tersebut bukan karena meragukan kemampuan tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk memperoleh pendapat medis tambahan atau second opinion dari dokter yang direkomendasikan rekannya.

“Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,” tulisnya.

Baca Juga: BGN Masih Menunggak Rp1,6 Triliun, Pembayaran ke Pihak Ketiga Dijanjikan Tuntas Tahun Ini

Nanik mengakui keputusan meninggalkan jabatan yang baru diembannya bukanlah hal mudah. Namun, kondisi kesehatan yang terus memerlukan perhatian membuatnya merasa tidak dapat menjalankan tugas secara optimal sebagai kepala lembaga yang bertanggung jawab atas program pemenuhan gizi nasional.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” ungkapnya.

Menurut Nanik, Presiden Prabowo Subianto menerima keputusan tersebut dengan penuh pengertian. Presiden memahami kondisi kesehatan yang sedang dihadapinya dan memberikan kesempatan agar ia dapat fokus menjalani proses pengobatan dan pemulihan.

Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik mengungkapkan Presiden tetap menginginkan dirinya berkontribusi dalam pengawasan program-program strategis lembaga tersebut.

“Karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” tulisnya.

Baca Juga: Korupsi MBG Makin Melebar, Pengendali Vendor Motor Listrik SPPG Jadi Tersangka

Bahkan, Nanik menyebut dirinya berpeluang mendapat peran baru apabila Dewan Pengawas BGN dibentuk di masa mendatang. Ia mengaku diminta untuk menjadi ketua dewan pengawas lembaga tersebut.

Dengan demikian, penyakit jantung yang membutuhkan penanganan lanjutan menjadi faktor utama yang membuat Nanik Deyang mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala BGN.

Meski mundur dari posisi eksekutif, ia masih diharapkan tetap memberikan masukan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program Badan Gizi Nasional. (*)

Editor : Slamet Harmoko
Nanik S Deyang Sakit Jantung Dirgayuza Setiawan BGN