PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Merespon maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin masif, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Operasi Aman Nusa II, dengan mengerahkan ratusan personelnya.
Operasi tersebut juga melibatkan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, relawan hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Aksi itu diawali dengan menggelar apel kesiapsiagaan di lapangan Barigas Mapolda Kalteng, Selasa (21/7), dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan didampingi Wakapolda Brigjen Pol Yosi Muhamartha dan diikuti seluruh personel setempat.
Kapolda menegaskan, apel tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan memastikan seluruh kekuatan yang diterjunkan benar-benar siap menghadapi karhutla.
"Saya ingin memastikan seluruh personel yang dilibatkan beserta sarana dan prasarana benar-benar siap melaksanakan tugas pencegahan maupun penanganan karhutla," tegas Iwan Kurniawan.
Meski demikian, dirinya mengakui kemampuan peralatan yang dimiliki masih belum sepenuhnya ideal menghadapi karakteristik kebakaran lahan gambut di Kalteng.Karena itu koordinasi dengan seluruh instansi dalam Satgas Penanganan Karhutla terus dilakukan agar kebutuhan di lapangan dapat terpenuhi.
Baca Juga: Parah! Baru Pertengahan Juli, Hotspot Karhutla Kotim Nyaris Samai Rekor Tahun 2025
Dijelaskannya, strategi utama tetap mengedepankan pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, patroli darat, patroli udara hingga deteksi dini titik api. Seluruh kapolres juga diperintahkan meningkatkan patroli di wilayah masing-masing.
”Saya berharap seluruh upaya ini mampu mencegah terjadinya karhutla dan memastikan Operasi Aman Nusa II dapat berjalan dengan optimal," tegas Iwan Kurniawan.
Sementara itu, Polresta Palangka Raya mendapat tambahan peralatan penanggulangan karhutla dari Kapolda berupa mesin pompa air, selang pemadam, nozzle, adaptor coupling hingga perlengkapan personel seperti helm pemadam, masker khusus asap, pakaian SAR, sepatu, sarung tangan dan perlengkapan pendukung lainnya.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi mengatakan, sebanyak 100 personel gabungan dan seluruh polsek jajaran telah disiapkan dalam Operasi Aman Nusa II yang berlangsung 24 Juli hingga 6 Agustus 2026. Mereka dibagi ke dalam enam satuan tugas, yakni Satgas Preemtif, Satgas Pemadaman Darat, Satgas Watyankes, Satgas Lidik Sidik, Satgas Humas dan Satgas Banops.
”Tunjukkan sikap yang humanis dan dialogis saat melakukan kegiatan-kegiatan preemtif dan preventif di masyarakat. Dalam hal penegakan hukum wajib dilakukan secara profesional, proporsional serta tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Dedy Supriadi.
Bersamaan itu, karhutla masih terjadi di Kota Palangka Raya, di wilayah Sabangau. Personel setempat pun bergerak cepat menuju lokasi kebakaran di kawasan Jalan Kranggan Ujung, Kelurahan Kalampangan.
Kapolsek Sabangau, Iptu Agung Setiyanto menjelaskan, bahwa api penyebab kebakaran diduga berasal dari lahan sekitarnya yang berjarak sekitar 1 km.
Api diduga berasal dari lahan lain yang berjarak sekitar satu kilometer sebelum akhirnya merambat akibat cuaca panas dan embusan angin kencang. Proses pemadaman sempat terkendala lantaran sumber api sulit dijangkau kendaraan.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto juga menyebutkan, pihaknya bersama tim gabungan melakukan penanganan karhutla setelah menerima informasi adanya titik hotspot di wilayah Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.
Berdasarkan hasil pengecekan, ditemukan lahan terbakar dengan luas sekitar 0,27 hektare yang didominasi semak belukar dengan kondisi tanah gambut. Di Jalan Gustaf Erang lahan yang terbakar diperkirakan seluas kurang lebih tiga hektare. Api sempat muncul kembali akibat kondisi tanah gambut yang menyimpan bara di dalam permukaan tanah sehingga memerlukan penanganan lanjutan.
Kemudian di Jalan Aries 3, ditemukan lahan terbakar dengan luas kurang lebih 0,03 hektare yang didominasi semak belukar dengan kondisi tanah gambut. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah, kemudian merambat ke lahan sekitar.
"Penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja sama seluruh pihak. Personel harus terus melakukan pemantauan hingga dipastikan api benar-benar padam," pungkas Iyudi.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama