Peristiwa itu terjadi di kawasan permukiman yang berada di tepi jalan. Berdasarkan video yang diterima Radar Sampit, api terlihat berkobar hebat hingga melahap hampir seluruh bangunan. Kepulan asap hitam membumbung tinggi ke udara, sementara warga berhamburan menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman.
Sejumlah warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Sebagian lainnya mengevakuasi barang-barang yang masih sempat diselamatkan dari dalam rumah.
Baca Juga: Jembatan di Jalan Ahmad Shaleh Amblas
Posisi rumah yang berada di pinggir jalan juga membuat arus lalu lintas sempat tersendat. Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan untuk melihat proses pemadaman yang berlangsung.
Salah seorang warga, Nisa, mengatakan rumah yang terbakar diduga milik seorang warga bernama Sanah.
"Benar, ada kebakaran di Bajarum RT 6. Kalau tidak salah rumah milik Sanah yang terbakar," ujarnya.
Tak lama setelah laporan diterima, personel Pemadam Kebakaran Sektor Kota Besi tiba di lokasi dan langsung berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak menjalar ke bangunan lain.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Heri Wahyudi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan proses pemadaman ditangani oleh petugas Pemadam Kebakaran Sektor Kota Besi.
"Benar, yang melakukan pemadaman adalah personel Pemadam Kebakaran Sektor Kota Besi," kata Heri.
Baca Juga: Respons Pernyataan Hotman Paris, Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Campuri Penegakan Hukum
Berkat upaya petugas bersama warga, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Hingga Minggu malam, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran susulan.
Selain itu, aparat juga masih melakukan pendataan terhadap kerugian material dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. (oes)
Editor : Slamet Harmoko