Sungai Surut, Transportasi Air Jalur Katingan - Kotim Terhambat, Bupati Katingan Dorong Solusi Jangka Panjang

Yuswanto RS • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 17:30 WIB
Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan debit air Sungai Hantipan di Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, menyusut drastis. (Yuswanto/Radar Sampit)
Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan debit air Sungai Hantipan di Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, menyusut drastis. (Yuswanto/Radar Sampit)

KASONGAN, radarsampit.jawapos.com – Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan debit air Sungai Hantipan di Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, menyusut drastis. Kondisi ini berdampak pada terganggunya arus transportasi sungai yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat menuju sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur.

Bupati Katingan Saiful mengatakan, penurunan debit air membuat aktivitas transportasi air masyarakat di Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala menjadi terhambat. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar mobilitas warga tetap berjalan.

“Kami terus berupaya membantu agar kondisi transportasi di sana kembali lancar melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa,” ujar Saiful, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: Lingkaran Setan Ongkos Pilkada: Ketika Kursi Kepala Daerah Dibeli Pakai Skema "PayLater" Proyek APBD

Menurut Saiful, jalur transportasi yang menghubungkan wilayah Katingan dengan Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun, Pemkab Katingan telah menyampaikan berbagai keluhan masyarakat kepada pemerintah provinsi agar segera mendapat perhatian.

Ia menjelaskan, selain faktor kemarau yang menyebabkan air sungai surut, terdapat kendala lain berupa kondisi tanah yang labil sehingga kerap terjadi longsor di sekitar alur sungai. Di sisi lain, pasang surut air turut memicu endapan lumpur yang membuat jalur pelayaran menjadi semakin dangkal.

“Keluhan warga sudah kami sampaikan kepada pemerintah provinsi. Salah satu kendalanya adalah kondisi tanah yang labil sehingga sering terjadi longsor. Di sisi lain, arus pasang menyebabkan endapan lumpur yang membuat alur sungai menjadi dangkal,” katanya.

Baca Juga: BGN Masih Menunggak Rp1,6 Triliun, Pembayaran ke Pihak Ketiga Dijanjikan Tuntas Tahun Ini

Sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat bergotong royong membuat tabat serta melakukan pengerukan endapan lumpur agar jalur sungai tetap bisa dilalui oleh transportasi warga.

Saiful menambahkan, pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan akses jalan darat sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap transportasi sungai.

“Kita terus mendorong percepatan pembangunan jalan darat. Namun harus dipahami bahwa kebijakan efisiensi anggaran masih menjadi kendala sehingga hingga saat ini belum dapat diwujudkan. Meski begitu, kami akan terus berupaya agar pembangunan tersebut bisa direalisasikan,” tegasnya.

Pemkab Katingan berharap dukungan pemerintah provinsi dan pusat dapat mempercepat penanganan permasalahan transportasi di wilayah tersebut, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terganggu selama musim kemarau berlangsung.

Editor : Slamet Harmoko
katingan transportasi sungai kotim kalteng kasongan